KEDIRI, JP Radar Kediri — Ribuan jemaah haji Kota dan Kabupaten Kediri bertolak ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, siang ini. Untuk memastikan barang bawaan jemaah aman dari sitaan, mereka menegaskan agar jemaah tidak membawa barang elektronik seperti rice cooker dan water heater atau pemanas air.
Pantauan koran ini kemarin, jemaah haji Kota Kediri mulai mengumpulkan koper besar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri. Koper-koper itu lebih dulu dikirim ke Surabaya sekitar pukul 15.00 kemarin.
Kepala Kemenag Kota Kediri Moh. Qayyim melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Tjitjik Rahmawati mengatakan, pengumpulan koper dilakukan mulai pukul 08.00–14.00. Koper yang telah dikumpulkan itu kemudian dipasangi dengan kartu identitas masing-masing jemaah. “Persiapan sampai hari ini (kemarin, Red) sudah final. Alhamdulillah jemaah lengkap, tidak ada perubahan,” katanya.
Kepada jemaah Tjitjik menekankan, koper besar atau bagasi tidak boleh diisi dengan item-item tertentu. Di antaranya penanak nasi atau rice cooker, pemanas air, dan cairan atau gel lebih dari 100 mililiter. Pun dengan rokok yang tidak boleh lebih dari dua slop serta korek api yang juga dilarang. “Sudah kami tulis besar-besar (di ruang pengumpulan koper, Red). Dan di Whatsapp group juga kami ingatkan,” terangnya sembari menyebut barang-barang larangan itu biasanya tetap saja dibawa jemaah.
Untuk diketahui, sebanyak 304 jemaah haji Kota Kediri yang tergabung dalam Kloter 76 akan terbang menuju Arab Saudi pada 1 Juni mendatang. Pemberangkatan dari Bandara Juanda dijadwalkan pukul 17.05.
Sementara itu, persiapan diri terus dimatangkan oleh para jemaah. Bisri Mustofa, 50, salah satu jemaah dari Kecamatan Pesantren mengatakan, dia tinggal mempersiapkan keperluan pribadi. Salah satunya obat dan vitamin yang dia bawa dari Indonesia. “Koper yang besar sudah saya serahkan. Hari ini (kemarin, Red) tinggal menyiapkan tas jinjing dan tas kecil yang isi paspor dan lainnya,” katanya.
Sementara itu, jika 304 jemaah haji Kota Kediri bisa berangkat lengkap, dua jemaah haji Kabupaten Kediri memilih mengundurkan diri setelah mengalami kecelakaan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz menyebutkan, Wiwik Trisnowati, 55, dan Mohamad Arel Inthodhofatul Umam, 25, warga Desa Wonorejo, Ngadiluwih yang merupakan ibu dan anak memutuskan menunda keberangkatannya ke Tanah Suci.
Keputusan itu diambil setelah Lilik mengalami kecelakaan. “Akhirnya anaknya juga ikut mengundurkan diri agar bisa berangkat bersama ibunya,” terang Faiz sembari menyebut pengganti dua jemaah itu akan ditentukan oleh Kanwil Kemenag Jatim.
Jika jemaah di Kota Kediri baru mengumpulkan koper kemarin, ribuan jemaah Kabupaten Kediri sudah mengumpulkan koper sejak Rabu (29/5) lalu. Di hari pertama, total ada 1.089 jemaah yang mengumpulkan koper, sisanya menyusul kemarin.
Seperti diberitakan, jemaah haji Kabupaten Kediri yang mencapai 1.119 orang terbagi dalam tiga kloter. Yaitu, kloter 73, kloter 74, dan kloter 75. Selebihnya, ada 30 jemaah yang tergabung dengan kloter 76 bersama jemaah haji Kota Kediri. Mereka berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sejak pukul 02.00 dini hari tadi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah