Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Antisipasi Armada yang Berkurang, Pemkab Kediri Siapkan Insentif untuk Bus Bandara Dhoho Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 25 Mei 2024 | 15:54 WIB
NGETEM: Bus Harapan Jaya menunggu penumpang di lokasi drop zone Bandara Dhoho Kediri.
NGETEM: Bus Harapan Jaya menunggu penumpang di lokasi drop zone Bandara Dhoho Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Mulai berkurangnya jumlah armada angkutan darat dari dan ke Bandara Dhoho dicermati dengan serius oleh Pemkab Kediri.

Mereka menyiapkan skema agar angkutan penunjang tersebut tetap tersedia dengan jumlah mencukupi. Terutama menjelang penambahan intensitas dan rute penerbangan.

Seperti apa skemanya? Nantinya, para pengusaha angkutan darat tersebut akan diberi insentif. Agar mereka tetap beroperasi mengangkut masyarakat yang akan atau dari bandara baru tersebut.

“Ada (pengusaha angkutan) yang mengeluh, berangkat dari Tulungagung kosongan. Pulang ke Tulungagung cuma bawa empat penumpang,” terang Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Nanang Pujianto, menyebut kondisi yang terjadi saat ini.

Akibatnya, perusahaan angkutan akan mempertimbangkan efesiensi. Sehingga hanya menjalankan dua bus saja. Armada yang lain dikandangkan untuk menghemat pengeluaran yang tinggi.

Yang sangat jelas terpengaruh dengan belum maksimalnya jumlah penerbangan dan penumpang di Bandara Dhoho adalah bus Harapan Jaya.

Saat awal operasional bandara (5/4) lalu perusahaan berpusat di Tulungagung ini menyiapkan lima armada. Namun, seiring waktu, mereka hanya mengoperasikan dua unit bus saja.

Lalu, seperti apa insentif yang diberikan tersebut. Informasi lebih teknis disampaikan pihak Pemkab Kediri. Melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi, skema insentif itu disebut berupa subsidi langsung ke pihak angkutan.

Dia kemudian memberi contoh. Penumpang dari Tulungagung yang akan ke bandara dikumpulkan di satu titik dalam waktu yang juga sudah ditentukan. Kemudian armada bus yang telah ditunjuk itu melakukan penjemputan. Langsung mengantar ke bandara.

“Penumpang tidak perlu membayar. Mereka bisa naik bus secara gratis,” jelas Sukadi.

Cara itu diharapkan bisa membuat calon penumpang tertarik naik bus sekaligus memanfaatkan penerbangan di Bandara Dhoho. Sebab, sudah tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan bila menuju kota tujuan.

“Mereka sudah memangkas biaya dari wilayahnya ke bandara. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri untuk memilih terbang dari Kediri,” urai Sukadi.

Dia menambahkan, penerbangan awal memang memerlukan insentif seperti itu.

Bentuknya dengan memberikan kemudahan juga potongan biaya agar penumpang mau melakukan penerbangan di Bandara Dhoho. Sekaligus mendorong pengusaha transportasi tetap membuka rute tersebut.

“Penerbangan awal (memang) perlu insentif. Bentuknya apa? Kemudahan bagi penumpang. Dirangsang supaya mereka masuk (melakukan penerbangan di Bandara Dhoho, Red),” dalihnya.

Cara ini sekaligus untuk mengantisipasi penambahan rute serta penambahan jumlah penerbangan yang segera dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada satu rute lagi yang akan beroperasi. Yaitu jurusan Kediri-Balikpapan dengan maskapai Super Air Jet mulai 6 Juni.

Juga lima kali penerbangan dalam seminggu untuk jurusan Kediri-Jakarta maksimal akhir Juni nanti. Potensi penambahan penumpang seperti itu harus diantisipasi dengan kelancaran angkutan penunjang.
Lantas siapa yang membiayai pihak bus?

Menurut Sukadi, bisa dilakukan pihak PT Surya Dhoho Investama (SDhI) atau Pemkab Kediri. Menurut Sukadi, dalam rancangan awal, pihak angkutan akan dibayar dengan nilai tertentu agar tetap beroperasi. Entah nanti ada atau tidak penumpang. Hal itu membuat pihak bus bisa mendapat pemasukan.

“Sama-sama enak. Bus bisa dapat uang, penumpang bisa dapat kemudahan pergi ke bandara tanpa keluar biaya,” jelasnya.

Lebih jauh, Sukadi mengatakan bahwa memorandum of understanding (MoU) terkait insentif tersebut sudah klir. Pemkab Kediri juga sudah mendiskusikannya dengan PT SDhI. Kini tinggal menunggu pengesahan MoU saja.

“MoU sedang kami kejar (pengesahannya), antara PT Angkasa Pura (AP) 1, SDhI dan Mas Bup (Bupati Dhito, Red),” jelasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemkab kediri #bandara dhoho #armada #bus #dishub #pt surya dhoho investama