Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Dilakukan TPT untuk Mempercepat Pengadaan Tanah Tol Kediri-Tulungagung Akses Bandara Dhoho Kediri

Ayu Ismawati • Kamis, 25 April 2024 | 17:23 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pengadaan tanah Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) akses ke Bandara Dhoho baru tuntas sekitar 50 persen. Namun, tim pengadaan tanah (TPT) langsung menggarap pengadaan tanah lanjutan sesuai penetapan lokasi (penlok) II. Percepatan tersebut ditempuh agar proyek fisik yang rencananya dimulai Mei atau Juni nanti itu tidak meleset.  

Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti mengatakan, baru beberapa wilayah di Kabupaten Kediri saja yang sudah mulai pengukuran. Yaitu di Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Sedangkan untuk ruas Kota Kediri, rencananya pengukuran baru akan dilakukan dalam waktu dekat. “Insyaallah minggu depan. Tapi kami masih menunggu konfirmasi dari tim ukur kantah kota (Kantor Pertanahan Kota, Red),” ujar Linanda.

Perempuan yang akrab disapa Nanda ini menyebut, wilayah Kabupaten Kediri sudah lebih dulu diukur. Akhir April ini Desa Tiron dan Desa Manyaran sudah mencapai tahap pendataan aset yang melekat di atas tanah. “Belum ada progres lagi. Masih inven iden (inventarisasi dan identifikasi, Red) Satgas B,” lanjutnya terkait progres pendataan awal penlok II di Kabupaten Kediri.

Lebih jauh Nanda menyebut, dalam waktu dekat pihaknya akan mulai memproses identifikasi tanah di ruas Kota Kediri. Kelurahan Mojoroto dan Semampir akan jadi wilayah yang lebih dulu diukur.

“Kami masih berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri terkait jadwal turun tim ukur. Kalau sudah fiks jadwalnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk meneruskan informasi kepada warga,” terangnya sembari menyebut pengukuran ditargetkan tuntas pada Mei nanti.

Nanda menegaskan, pengadaan tanah penlok tahap II juga akan dipercepat. Itu menimbang beberapa wilayah yang terdampak akses Bandara Dhoho. “Prioritas kami masih di empat kelurahan yang masuk akses bandara. Di Kelurahan Semampir, Mojoroto, Bujel, dan Gayam,” tandasnya.

Data yang dihimpun koran ini, kebutuhan lahan penlok tahap II untuk akses bandara di Kota Kediri mencapai 10,9 hektare. Karena dibutuhkan untuk konstruksi jalan tol akses bandara, praktis TPT harus segera membebaskan lahan itu. Meski di saat yang bersamaan juga terus melanjutkan pembebasan lahan untuk penlok tahap I.

Seperti diberitakan, pengadaan tanah akses Bandara Dhoho tahap I di Kota dan Kabupaten Kediri baru mencapai separo. Dari total 66 hektare tanah yang dibutuhkan, baru sekitar 33 hektare yang dibebaskan.

Dengan tuntasnya separo tanah terdampak tol akses bandar aitu, diakui Nanda jika rekanan penggarap fisik sudah mulai bersiap untuk membangun.

Indikasinya, tim pengadaan tanah sudah diminta menyiapkan lahan untuk konstruksi. “Lahan sudah diminta untuk siap konstruksi,” tandasnya sembari menyebut hingga saat ini belum ada tenggat waktu dari pihak kontraktor.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jalan tol kediri tulungagung #kediri #pengadaan tanah #bandara dhoho #proyek tol