Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Kata BMKG soal Peralihan Cuaca di Kediri

Ayu Ismawati • Senin, 22 April 2024 | 21:59 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Masyarakat agaknya harus meningkatkan kewaspadaannya dalam beberapa hari ini. Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) menerapkan kewaspadaan cuaca ekstrem di seluruh wilayah Jawa Timur. Setidaknya hingga Minggu (21/4) mendatang, potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi.

Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho BMKG Kediri Muhammad Alfiansyah Pradana mengatakan, kondisi cuaca tak menentu saat ini merupakan dampak dari proses peralihan cuaca atau pancaroba. Yakni, dari musim penghujan menuju kemarau yang kerap kali disertai cuaca ekstrem.

“Selain itu ada beberapa fenomena cuaca yang terjadi bersamaan saat ini,” ujarnya.

Dana—sapaan akrabnya—memaparkan, sedikitnya ada tiga fenomena alam yang memengaruhi kondisi cuaca saat ini. Yakni, peningkatan suhu muka laut di sekitar wilayah Jawa Timur, kondisi atmosfer yang labil dan lembap, dan adanya gangguan gelombang atmosfer ekuatorial Rossby.

“Ketika suhu muka laut cenderung hangat, akibatnya penguapan tinggi. sehingga peningkatan pasokan uap air di atmosfer semakin banyak. Akhirnya potensi pembentukan awan hujan juga semakin tinggi,” urainya.

Selain itu, kondisi atmosfer saat ini meningkatkan potensi tumbuhnya awan yang berkembang secara vertikal atau awan konvektif. Awan yang disebut dengan awan kumulonimbus ini cenderung membawa hujan deras disertai kilat petir dan angin kencang.

“Jadi awan yang cenderung menimbulkan dampak negatif,” tandasnya. Dana menambahkan, adanya fenomena gelombang ekuatorial Rossby yang melintas di wilayah Indonesia saat ini juga berpotensi tinggi menghasilkan awan hujan.

Namun begitu, Dana menyebut fenomena cuaca yang terjadi saat ini masih di taraf normal. Yakni, sebagai dampak dari masa peralihan penghujan menuju kemarau.

Hanya saja, rentetan fenomena itu menyebabkan timbulnya cuaca tak menentu di beberapa wilayah Kediri Raya. Berdasarkan pengamatan, hujan intensitas sedang hingga tinggi cenderung terjadi pada siang menjelang sore hingga malam hari. Itu setelah proses pembentukan awan hujan terjadi selama pagi hingga siang. Dampak yang terjadi adalah cuaca panas di pagi hingga siang, namun hujan deras di sore dan malam.

“Durasi hujan itu kan mengikuti kondisi awan di atasnya. Kalau awan hujan cenderung tumbuhnya cepat, hujan yang terjadi juga singkat,” sambungnya.

Adapun di Kota dan Kabupaten Kediri, musim kemarau diprediksi baru akan datang pada Mei mendatang. Seperti contoh di wilayah Kota Kediri, prediksi kemarau baru akan terjadi di dasarian kedua Mei. Sedangkan untuk Kabupaten Kediri, kemarau diprediksi baru terjadi pada dasarian 1 dan 2 Mei mendatang.

“Masyarakat dan instansi terkait disarankan tetap waspada menghadapi perubahan cuaca. Termasuk bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#BMKG #cuaca #ramalan