Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penumpang Potensial Bandara Dhoho Kediri di Wilayah Mataraman dan Sekitarnya Capai 13 Juta Orang

Karen Wibi • Senin, 8 April 2024 | 18:07 WIB
POTENSIAL: Ruang tunggu di terminal Bandara Dhoho Kediri.
POTENSIAL: Ruang tunggu di terminal Bandara Dhoho Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Prospek cerah pengembangan Bandara Dhoho bukan isapan jempol belaka. Pada 2009 lalu Pemkab Kediri sudah membuat feasibility study (FS) terkait bandara.

Hasilnya, di wilayah Mataraman ada 13 juta penduduk yang menjadi penumpang potensial bandara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto. “Kalau sesuai FS memang ada 13 juta penduduk yang potensial menjadi pasar bagi Bandara Dhoho,” kata Dodi.

Lokasi bandara yang berada di Kediri menurut Dodi juga sangat strategis. Sebab, bandara di wilayah selatan Jawa Timur ini dikelilingi 14 kabupaten/kota yang berpotensi menjadi pasar mereka.

Yaitu mulai dari Kabupaten Jombang, Bojonegoro, hingga 12 kabupaten/kota lain di eks Karesidenan Kediri dan Madiun. Yakni, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Nganjuk.

Kemudian, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Pacitan. Belasan juta penduduk sesuai hasil FS, menurut Dodi berasal dari 14 kabupaten/kota tersebut.

Potensi yang besar tersebut, menurut Dodi juga harus bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Kediri. Yakni, dengan mengembangkan sektor industri di Kabupaten Kediri.

Banyaknya jumlah warga luar daerah yang berkunjung ke Bumi Panjalu berpotensi jadi sumber ekonomi baru. “Potensi seperti itu yang harus dimanfaatkan,” pinta politisi dari PDI Perjuangan itu.

Seperti diberitakan, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono mengeluarkan surat edaran (SE) kepada 14 pemerintah daerah di Mataraman untuk ikut menghidupkan bandara. Caranya, dengan mengimbau perjalanan dinas para ASN dan kepala daerah lewat udara dilakukan di Bandara Dhoho.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta ikut memublikasikan operasional Bandara Dhoho lewat media cetak dan media online yang dikelola. Terakhir, Adhy juga meminta belasan daerah di sekitar bandara memaksimalkan potensi pariwisata untuk pengembangan daerah.

Terkait upaya untuk menghidupkan bandara, Dodi mengatakan, pihaknya juga mewajibkan perjalanan dinas anggota DPRD ke Jakarta menggunakan pesawat. “Kami sudah imbau anggota lain untuk ikut meramaikan Bandara Kediri,” tandasnya.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin jumlah tiket yang terjual untuk arus mudik dan balik lebaran terus bertambah. Untuk penerbangan dari Kediri ke Jakarta pada Selasa (9/4) lusa sudah terjual 40 tiket. Sedangkan untuk arus balik lebaran pada Sabtu (13/4) nanti terjual 67 tiket.

Untuk diketahui, inaugural flight digelar di Bandara Dhoho pada Jumat (5/4) lalu. Penerbangan pesawat Citilink yang mengangkut 175 penumpang menandai operasional bandara di wilayah barat sungai tersebut. Setelah penerbangan perdana, Citilink membuka penerbangan dua kali dalam seminggu. Yakni, setiap Selasa dan Sabtu.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #arus mudik #bandara dhoho kediri #bandara