KEDIRI, JP Radar Kediri - Kekurangan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kediri cukup banyak. Dalam rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) Mei mendatang, mereka mengajukan seribu formasi kebutuhan pegawai baru.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Banatil Mufidah melalui Kabid Pengadaan Informasi dan Fasilitasi Profesi ASN Andri Sugianto mengatakan, pihaknya sudah menyetor usulan formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akhir Februari lalu. “Totalnya (usulan formasi ASN, Red) ada seribu lowongan,” kata Andri ditemui di kantornya kemarin.
Lebih jauh Andri mengungkapkan, sesuai jadwal pihaknya memang harus menyetor kebutuhan formasi. Deadline-nya pada akhir Februari. Terkait rincian seribu formasi yang diusulkan, menurut Andri terdiri dari dua kategori. Yakni, 150 formasi pegawai negeri sipil (PNS) dan 850 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Khusus untuk PNS akan dibuka untuk dua formasi. Yakni, formasi tenaga teknis dan kesehatan. Sedangkan PPPK ada tiga jenis formasi. Mulai formasi tenaga teknis, kesehatan, dan guru. “Masih belum ada lowongan PNS untuk tenaga pendidikan guru,” lanjutnya.
Meski sudah mengusulkan seribu formasi ASN, menurut Andri jumlah tersebut masih bisa berubah. Tergantung persetujuan formasi yang diberikan oleh KemenPAN-RB. “Bisa bertambah atau berkurang. Tergantung persetujuan dari kementerian,” terang Andri mengaku tidak tahu pasti kapan formasi dari pusat akan turun.
Sesuai informasi terakhir yang diterima dari pusat, rekrutmen CASN akan dilakukan Mei nanti. Dengan demikian, formasi pegawai diprediksi akan turun pada Maret atau April nanti. “Kami berharap jumlahnya (formasi dari pusat, Red) tidak jauh berbeda dari usulan,” jelas Andri sembari menyebut usulan yang diajukan pemkab sudah sesuai dengan kebutuhan daerah.
Untuk diketahui, sesuai mekanisme KementerianPAN-RB akan menyetorkan usulan daerah ke Badan Kepegawaian Neraga (BKN). Di sana akan dirinci jumlah kebutuhan formasi di tiap daerah yang disetujui. Formasi itu pula yang saat ini ditunggu oleh Pemkab Kediri.
Sebab, ke depan BKN akan memerinci jumlah kebutuhan pegawai disesuaikan dengan kemampuan daerah. “Yang memerinci formasi nanti BKD bersama BKN,” paparnya.
Terkait mekanisme tes, Andri memprediksi tidak akan jauh berbeda dengan rekrutmen PPPK pada November 2023 lalu. Yakni, tes dilaksanakan langsung oleh BKN. Adapun pemerintah daerah hanya menyiapkan tempatnya saja. “Untuk juknis (petunjuk teknis, Red) masih belum diketahui,” jelas Andri terkait kemungkinan perubahan teknis pelaksanaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah