KEDIRI, JP Radar Kediri - Dalam kepemimpinannya, Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyadari benar manfaat infrastruktur yang jadi penopang besar perekonomian daerah.
Karenanya, dua jembatan yang mangkrak bertahun-tahun langsung dibangun. Jembatan Ngadi yang menghubungkan Kediri-Tulungagung pun mulus kembali. Demikian pula Jembatan Jongbiru yang bisa beroperasi mulai Mei nanti.
Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo itu rusak sejak tahun 2017. Proses pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Kediri-Tulungagung itu berlarut-larut karena terkait status jalan yang merupakan jalur provinsi. Hal serupa juga terjadi pada Jembatan Jongbiru yang menghubungkan Kabupaten Kediri-Kota Kediri. Jembatan yang rusak sejak 2017 itu juga terbengkalai
Begitu Bupati Hanindhito Himawan Pramana memimpin Kabupaten Kediri pada 26 Februari 2021 silam, dia langsung mengambil langkah besar. Salah satunya, memutuskan membangun Jembatan Ngadi menggunakan APBD Kabupaten Kediri.
Meski menelan biaya yang besar, pria yang akrab disapa Mas Dhito itu memprioritaskan infrastruktur tersebut karena dampaknya yang besar bagi perekonomian. “Alhamdulillah Jembatan Ngadi sudah beroperasi. Mobilitas barang dan jasa masyarakat semakin lancar. Mereka tidak perlu memutar lagi dan mengeluarkan biaya besar,” kata bapak dua anak tersebut.
Pada 1 Mei nanti, Jembatan Jongbiru yang pembangunannya dikolaborasikan dengan anggaran pusat dan daerah juga bisa dioperasikan. Mas Dhito berharap, akses masyarakat Kota Kediri ke Kabupaten Kediri dan sebaliknya tidak lagi terhambat. Lagi-lagi dampaknya juga akan besar ke perekonomian dua daerah bertetangga itu.
Alasan itu pula yang membuat Pemkab Kediri getol mengusulkan pembiayaan pembangunan jembatan senilai Rp 25,46 miliar itu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Demi mendukung proyek tersebut, Pemkab Kediri menggelontor pembebasan lahan untuk pelebaran jalan di Desa Jongbiru.
“Kuncinya anggaran pusat itu bisa turun ke daerah kalau daerah mau sharing (anggaran, Red). Itu yang kami lakukan. Kolaborasi demi kepentingan masyarakat,” lanjutnya.
Selain jembatan, suami Eriani Annisa ini juga memiliki perhatian besar terhadap pasar tradisional. Nasib pasar yang kalah bersaing dengan toko modern direspons dengan memermaknya. Pasar Wates yang dahulu kumuh pun disulap menjadi pasar berkonsep budaya dan pariwisata yang cantik dan bersih.
Setelah berhasil mengubah Pasar Wates menjadi tempat berjualan yang sarat dengan teknologi, Mas Dhito berencana membangun Pasar Ngadiluwih tahun depan. “Setelah Pasar Ngadiluwih selesai, nanti giliran Pasar Pamenang dan Pasar Kandangan (yang dibangun, Red),” bebernya.
Pria yang gemar bermain badminton dan naik vespa ini mengaku mendengar banyak kabar selentingan yang menyebut pembangunan Pasar Kandangan mustahil dilakukan. “Tapi saya justru penasaran dan pasti bisa saya bangun,” jelasnya optimistis.
Bagaimana dengan pembangunan jalan yang juga sering dikeluhkan masyarakat? Sulung dari dua bersaudara ini mengaku akan menerapkan konsep baru. Terutama dalam pembangunan jalan desa. Jika sebelumnya anggaran pembangunan jalan terpusat di Pemkab Kediri, tahun ini didistribusikan ke desa-desa. Sebab, sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemkab memang tidak boleh membangun jalan desa.
Karenanya, tahun ini tiap desa digelontor anggaran Rp 150 juta untuk pembangunan jalan desa. “Jalan mana yang dibangun itu didasarkan pada hasil musrenbang. Jadi lebih efektif. Sekaligus melatih pemerintah desa untuk membangun infrastruktur daerahnya sendiri,” jelas pria kelahiran 31 Juli itu sembari menyebut anggaran yang disiapkan sekitar Rp 51 miliar.
Ke depan, infrastruktur akan tetap jadi perhatian khususnya. Sebab, begitu infrastruktur di Kabupaten Kediri memadai, Mas Dhito meyakini program-program Kabupaten Kediri untuk menyejahterakan masyarakat dan memajukan Bumi Panjalu akan semakin mudah tercapai. “Infrastruktur harus baik karena ini (infrastruktur, Red) berperan sangat besar. Jadi motor (pembangunan daerah, Red) juga,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah