Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Pedagang Pasar Loak di Kaliombo Kota Kediri Balik Kucing ke Jl Sriwijaya, Ini Alasannya

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 23 Februari 2024 | 18:07 WIB
LEBIH RAMAI: Pedagang Pasar Loak kembali menempati lapak lama di Jalan Sriwijaya.
LEBIH RAMAI: Pedagang Pasar Loak kembali menempati lapak lama di Jalan Sriwijaya.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebelas tahun menempati lokasi relokasi di Kelurahan Kaliombo, para pedagang pasar loak agaknya mulai tidak betah. Dengan alasan sepi pembeli, banyak yang nekat kembali berjualan di Jl Sriwijaya, lapak lama mereka.

Pantauan media ini Rabu (7/2) lalu, di Jl Sriwijaya yang belasan tahun lalu bersih dari PKL, sudah kembali ramai. Sedikitnya ada puluhan pedagang yang membuka tikar lesehan. Di sana mereka menjual berbagai jenis barang bekas.

Sejumlah sepeda motor terlihat parkir di tepi jalan dan menghampiri lapak para pedagang tersebut. “Saya sudah pindah ke sini sejak 2014 lalu,” kata Hari, pedagang akik di Jl Sriwijaya.

Hari mengungkapkan, dirinya hanya kuat bertahan selama sekitar dua tahun di lokasi relokasi. Alasannya, pembeli di pasar Kaliombo itu sangat sedikit. Pengunjung pasar hanya ramai saat hari Minggu saja. Selebihnya sangat sepi.

“Kalau di sini kan tiap hari ramai (lalu lalang orang, Red),” terang Hari. Dia menengarai relokasi di Kelurahan Kaliombo sepi karena lokasinya yang kurang strategis.

Lebih jauh Hari menjelaskan, lokasi relokasi di Kaliombo juga memberatkan pengunjung. Sebab, mereka juga harus membayar retribusi parkir. “Itu memberatkan pengunjung. Mereka jadi malas ke pasar loak,” jelasnya.

Karenanya, para pedagang lebih senang berjualan di Jl Sriwijaya. Selain pembeli tidak dibebani parkir, kondisi jalan tersebut juga ramai. “Orang yang awalnya nggak beli jadi ingin beli. Di sini juga nggak ada parkir,” paparnya sembari menyebut dalam sehari bisa mendapat untung sekitar Rp 100 ribu dari penjualan akik.

Kondisi tersebut berbeda 180 derajat dengan di lokasi penampungan. Di sana, dia kesulitan mendapat pembeli. “Kami berharap bisa diizinkan kembali berjualan di Jl Sriwijaya,” pintanya.

Senada dengan Hari, Joko, pedagang lainnya di Jl Sriwijaya mengaku hanya bertahan selama dua bulan di Kaliombo. Selebihnya langsung kembali ke Jl Sriwijaya. “Kalau di sini per harinya bisa dapat Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Kalau di sana, ngge mangan angel (untuk makan saja susah, Red),” tuturnya.

Joko mengaku kembali ke lapak awal karena janji pemkot pasca-relokasi tak direalisasikan. Di antaranya, membangun kembali Pasar Loak Kaliombo. Kemudian, menyediakan trayek angkot menuju ke pasar loak, dan beberapa janji lainnya.

Seperti diberitakan, puluhan pedagang Pasar Loak Kaliombo melakukan demo di kantor dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagin). Mereka menagih janji pemkot pasca-relokasi tahun 2012 lalu. Menanggapi aksi pedagang, Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengaku akan mengoordinasikan solusinya bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dia meminta waktu selama dua minggu untuk merumuskan hal tersebut.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri raya #pasar loak kediri #relokasi pasar