KEDIRI, JP RADAR KEDIRI- Pengelolaan sampah sepertinya menjadi masalah pelik di setiap desa. Tidak terkecuali bagi Desa Maron. Desa di Kecamatan Banyakan ini pun membangun TPS 3R untuk menanganinya.
Sebelum ada tempat pembuangan sampah sementara reuse, reduce, recycle (TPS 3R), warga mengelola sampah secara mandiri. Ada yang membuangnya di tempat khusus di halaman. Namun, hal itu justru menjadikan wajah desa menjadi kumuh.
“Akhirnya untuk menangani permasalahan pengolahan sampah, kami membangun TPS 3R,” jelas Kepala Desa Maron Riyadi.
Fasilitas TPS 3R di desa ini mulai beroperasi awal Februari 2023 lalu. Dalam pengoperasiannya, pemdes bekerja sama dengan beberapa instansi. Yaitu pihak Imigrasi Kediri, Puskesmas Tiron, dan Poliklinik Bulusari. Mereka saat ini memiliki delapan karyawan.
Pembangunannya sejak 2022. Berlokasi di Dusung Geneng, yang proses pembuatannya memerlukan waktu lima bulan. Anggaran untuk mendirikan fasilitas berasal dari bantuan perkim.
Sebenarnya, peresmian fasilitas ini berlangsung Desember 2022. Namun tidak langsung beroperasi. Pemdes terlebih dulu menggelar sosialisasi selama satu bulan.
Setelah itu pemdes menganggarkan dana untuk dibelikan bak sampah. Yang diberikan ke warga yang berlangganan alias sampahnya dibuang di tempat ini.
“Bak sampah tersebut ditaruh di depan rumah. Diangkut oleh petugas setiap hari,” kata Riyadi.
Pembuatan TPS 3R ini terbukti efektif. Saat ini warga sudah jarang yang membuat sampah sembarangan. Termasuk di lahan sendiri atau di saluran air.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah