KEDIRI, JP Radar Kediri- Kepastian mulai beroperasinya Bandara Dhoho belum ada hingga saat ini. Namun, magnetnya bagi pengusaha transportasi sangat kuat. Sudah banyak perusahaan transportasi darat yang mengajukan izin agar bisa beroperasi dengan tujuan bandara yang ada di wilayah Kediri barat itu.
Setidaknya ada beberapa jenis transportasi yang akan beroperasi. Baik itu bus, taksi, taksi online, serta rent car. Dari semua itu, yang sudah dipastikan mendapat izin baru dari kelompok bus. Yaitu Damri dan PO Harapan Jaya.
“Total akan ada empat jenis transportasi yang beroperasi di bandara,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari kemarin.
Dari semua itu, sudah ada beberapa yang mengajukan izin. Baik itu dari kelompok bus, taksi, dan Asosiasi Pengusaha Rent-Car Daerah (Asperda) Jatim. Namun, baru dari kelompok bus yang sudah mengantongi izin. Yang diperoleh Damri dan PO Harapan Jaya.
Saat beroperasi nanti, Damri akan berkekuatan empat armada. Yang melayani dua rute. Yaitu trayek Bandara Dhoho ke Terminal Pare dan Bandara Dhoho – Terminal Gayatri Tulungagung.
Sementara, PO Harapan Jaya bakal berkekuatan sepuluh armada dengan tiga rute perjalanan. Yaitu bandara ke Terminal Pare, bandara ke Terminal Gayatri, dan bandara ke Terminal Anjuk Ladang Nganjuk.
Dua perusahaan bus itu sudah siap beroperasi. Termasuk telah melakukan uji coba. “Mereka juga sudah melakukan simulasi. Dan semuanya berlangsung lancar,” terang Yudha.
Untuk kelompok taksi konvensional, baru PT Blue Bird Tbk yang mengajukan izin. Perusahaan yang armada taksinya bernama Bluebird kabarnya akan beroperasi mulai besok (1/2). Meskipun, dari sisi perizinan belum lengkap.
Khusus Bluebird, memang punya sedikit keistimewaan. Sembari mengurus dan melengkapi persyaratan perizinan, mereka boleh beroperasi. “Karena itu memang permintaan langsung dari (PT) Angkasa Pura I,” dalih Yudha.
Lalu, apa persyaratan yang harus dilengkapi perusahaan taksi tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang belum dipenuhi perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta Selatan itu. Seperti membuka kantor di Kediri, kendaraannya berplat AG Kediri, serta memiliki sopir warga Kabupaten Kediri.
Yang juga sudah mengurus izin adalah Asperda. Bahkan, izin itu sudah disampaikan sejak lama. Namun hingga kemarin masih dalam proses dan belum keluar persetujuannya.
Sedangkan yang dari jenis transportasi online, Yudha menyebut ada beberapa perusahaan yang berkirim surat ke AP 1. Namun, terkait izinnya, hingga kemarin dishub belum menerima.
“Untuk yang transportasi online baru saja ada pembicaraan. Terkait detailnya kami belum tahu,” sambungnya.
Selain masalah izin, Yudha juga menyinggung soal tarif angkutan bandara. Namun, hal itu menjadi kewenangan Dishub Provinsi Jawa Timur. Informasi terakhir, tarif untuk batas atas dan bawah sudah ditentukan. Dalam waktu dekat akan segera diumumkan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi membenarkan jika taksi Bluebird akan beroprasi pada 1 Februari besok.
“Itu (Bluebird beroperasi, Red) adalah permintaan dari AP I,” tandasnya.
Pada 1 Februari besok, yang juga beroperasi tidak hanya taksi Bluebird. Tapi juga beberapa stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Itu hanya untuk persiapan sebelum bandara beroperasi,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah