Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Proyek Tol Kediri-Kertosono Terancam Molor, Ini Penyebabnya

Karen Wibi • Kamis, 18 Januari 2024 | 17:07 WIB

 

Photo
Photo
KEDIRI, JP Radar Kediri-Proyek Tol Kediri-Dua proyek strategis nasional (PSN) jalan tol, agaknya tidak bisa berjalan beriringan. Jika pengerjaan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) dimulai Februari nanti, realisasi Tol Kediri-Kertosono terancam molor. Pasalnya, hingga Januari ini pembebasan lahan baru sekitar 18 persen. 

Belum adanya kepastian terkait waktu pengerjaan proyek Tol Kediri-Kertosono itu dibenarkan oleh General Manager (GM) Teknik dan Operasi PT Jasamarga Ngawi (JNKK) Kertosono Kediri Eko Budi Siswandi. “Hingga saat ini belum ada tanggal pasti pembangunan fisik,” kata Eko.

Lebih jauh Eko mengungkapkan, pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan tanah Tol Kediri-Kertosono menjanjikan pembebasan lahan bisa mencapai 75 persen pada Juni nanti. Jika target tersebut bisa tercapai, PT JNKK bisa memulai pengerjaan fisik tol pada Juli nanti.

Bagaimana jika meleset? Menurut Eko otomatis proyek belum bisa dimulai. “Kami juga terus meng-update progres pembebasan lahannya. Kami belum bisa memulai fisik kalau pembebasan tanah minimal belum 75 persen,” lanjut Eko.

Untuk diketahui, pembebasan lahan Tol Kediri-Kertosono sudah dimulai sejak pertengahan 2022 lalu. Idealnya pembebasan tanah selesai akhir 2023 lalu. Namun, dari total 220,79 hektare lahan yang dibutuhkan, hingga minggu ketiga Januari ini baru sekitar 18 persen yang dibebaskan.

Pembebasan tanah yang lambat atau bahkan macet terutama terjadi di Kabupaten Nganjuk. Padahal, sekitar 80 persen tanah terdampak berada di sana. Yakni, seluas 182 hektare. Sedangkan di Kabupaten Kediri 38,79 hektare.

“Untuk di Kediri relatif aman. Dari lima desa terdampak sudah ada yang mendapat ganti rugi,” terang Eko sembari menyebut lima desa terdampak adalah Desa Ngablak, Maron, Banyakan, Sendang di Kecamatan Banyakan. Serta, Desa Bakalan, Kecamatan Grogol.

Eko berharap pembebasan lahan benar-benar bisa sesuai target. Yakni, mencapai 75 persen pada Juni nanti. Sehingga, pembangunan fisik bisa dilakukan mulai Juli mendatang. “Kalau belum tercapai 75 persen (Juli nanti, Red) berarti mundur lagi (realisasi fisik, Red),” paparnya.

Untuk diketahui, proyek Tol Kediri-Kertosono seharusnya dibangun mulai triwulan ke empat 2022 lalu. Namun, proyek fisik terus molor karena pembebasan tanah belum selesai.

Meski pembebasan tanah belum tuntas, Eko menyebut PT JNKK tetap menyiapkan tahapan lelang proyek. “Saat ini izin ke pemegang saham, setelah itu nanti akan diumumkan (lelang proyek, Red),” tandas Eko sembari menyebut lelang akan digelar Februari hingga awal April. Tergantung respons dari pemegang saham.

Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi menyebut, untuk Kabupaten Kediri pembebasan lahan Tol Kediri-Kertosono tidak ada masalah. “Pembebasan tanahnya hampir selesai. Tinggal sedikit. Beberapa bidang saja,” urainya sembari menyebut Tol Kediri-Kertosono juga jadi akses menuju bandara dari arah barat. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #tol kediri tulungagung #Tuluangung #tol kediri kertosono #tol