Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Prediksi Jumlah Temuan Kasus HIV/AIDS di Kota Kediri sampai Akhir Tahun

Ayu Ismawati • Senin, 11 Desember 2023 | 22:39 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Tren kasus baru orang terpapar human immunodeficiency virus (HIV) masih tinggi. Belum ada tanda-tanda penurunan. Angkanya hampir sama setiap tahunnya.

Tahun ini misalnya, sudah tercatat 166 temuan kasus baru. Padahal data itu baru hingga September. Hingga akhir tahun nanti, kasusnya diprediksi akan mencapai 200 temuan, seperti dua tahun sebelumnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto melalui Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Roni Sabachtani menyebut, jumlah temuan kasus setiap tahunnya cenderung hampir sama. Itu yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah.

“Mungkin karena penjangkauannya kurang. Dan juga belum tentu mereka yang sudah ketahuan reaktif mau langsung akses ARV (anti retroviral, Red). Yang sudah akses ARV pun belum tentu dia mau untuk tes viral load untuk mengetahui dia itu masih bisa menularkan atau tidak,” dalihnya.

Berdasarkan catatan Dinkes Kota Kediri, tahun lalu kasus baru HIV mencapai 275. Sedangkan di 2021, kasusnya mencapai 219. Sedangkan secara kumulatif untuk temuan orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kota Kediri sejak 2003-2023 mencapai 2.405.

“Yang sudah rutin berobat ARV hanya 1.215 orang. Itu yang rutin kami monitoring juga,” imbuhnya mengisyaratkan masih ada ribuan penderita HIV yang tidak mengakses ARV di Kota Kediri.

Dalam praktiknya untuk menjangkau orang dengan risiko tinggi (risti), dinkes juga masih dihadapkan dengan berbagai kendala. Selain stigma terhadap penderita HIV/AIDS yang masih mengakar di masyarakat, petugas kesehatan harus menghadapi persoalan data. Seperti contoh dengan adanya selisih yang besar antara temuan dan pasien yang mau berobat. Menunjukkan sistem perekaman yang belum terintegrasi dengan baik.

“Makanya baru-baru ini kementerian menginisiasi semua layanan kesehatan yang memeriksa HIV juga bisa menjadi layanan PDP (perawatan, dukungan, dan pengobatan, Red). Jadi dia tidak hanya bisa menemukan kasus saja, tapi juga mengobati,” urainya.

 Dengan begitu, seluruh layanan kesehatan juga akan diinisiasi menjadi fasilitas kesehatan (faskes) pengobatan bagi penderita HIV. Termasuk di tingkat puskesmas. Sejauh ini, menurut Roni, Kota Kediri sudah memiliki 10 faskes PDP. Lima di antaranya baru dibentuk tahun ini.

“PDP baru kita ada dari dua rumah sakit. Yaitu RS Bhayangkara dan RS Baptis. Sama di puskesmasnya ada puskesmas wilayah utara, Pesantren, dan di Mrican,” urainya terkait penambahan PDP selama 2023.

Untuk mengintensifkan layanan bagi pasien HIV/AIDS, masih ada tiga faskes puskesmas yang belum berstatus PDP di Kota Kediri. Rencananya, tiga layanan kesehatan itu akan dijadikan faskes PDP tahun depan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#aids #akhir tahun #hiv