KEDIRI, JP Radar Kediri-Bandara Internasional Dhoho ditargetkan beroperasi sebelum libur Natal dan tahun baru (Nataru). Namun, hingga kemarin kepastian tanggalnya masih belum didapat. Sebab, pemrakarsa dan sejumlah pihak terkait masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengungkapkan, hingga kemarin tanggal operasi bandara memang belum diketahui. “Masih belum diketahui, masih menunggu rapat selanjutnya,” kata Sukadi.
Seperti paparan Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi pada Jumat (1/12) lalu, menurut Sukadi proyek fisik pendukung bandara sudah selesai. Mulai dari passenger terminal building, VVIP terminal, air traffic control (ATC) tower, dan infrastruktur penting lainnya.
Bahkan, ruangan keberangkatan hingga ruangan kedatangan telah siap digunakan. Demikian pula ruangan maskapai, garbarata, hingga area pertokoan. Sayangnya, kesiapan bangunan fisik tak dibarengi dengan izin dari Kemenhub. Hingga kemarin, izin security clearance belum juga turun.
Padahal, izin dari Kemenhub tersebut menjadi kunci agar maskapai dapat beroperasi di bandara. “Itu (security clearance, Red) adalah hasil dari verifikasi Kemenhub bulan lalu,” terang Sukadi.
Sebelumnya sempat beredar kabar bandara akan tetap beroperasi pada Jumat (8/12) mendatang. Sedangkan penerbangan oleh maskapai baru akan dilakukan di waktu yang berbeda. Yakni, setelah mendapat izin dari Kemenhub.
Apakah mekanisme serupa akan tetap diterapkan? Sukadi mengaku masih belum bisa memastikan. Menurutnya kepastian tentang tanggal operasi bandara baru akan didapat dalam beberapa hari mendatang.
Sesuai jadwal, pemkab akan melakukan rapat bersama PT SDhI dan PT Angkasa Pura I. Tujuannya, untuk memastikan kapan bandara akan beroperasi.
Apakah tetap di tanggal 8 Desember atau menunggu izin dari Kemenhub. “Dalam waktu dekat kami akan bertemu. Memastikan terkait bandara yang akan beroperasi,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Bandara Internasional Dhoho Kediri dipastikan akan beroperasi Desember ini. Tepatnya sebelum libur Natal dan tahun baru (Nataru). Jelang operasional, mereka tengah mengebut kesiapannya.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana juga meminta pemrakarsa untuk tidak terburu-buru mengoperasikan bandara. Melainkan memastikan lebih dulu kesiapan mereka dari berbagai sisi. Baik fisik maupun sarpras pendukung lainnya.
“Kami mengimbau kepada pemrakarsa untuk tidak terburu-buru dalam menentukan tanggal beroperasi,” papar Dhito dalam kunjungannya ke bandara pada Kamis (30/11) lalu.
Sementara itu, meski tanggal operasi bandara masih menjadi teka-teki, proyek senilai triliunan rupiah itu sudah menarik minat sejumlah maskapai. Direktur PT SDhI Maksin Arisandi menyebut ada lima maskapai yang siap membuka rute di Bandara Kediri. Yakni, Super Air Jet, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, dan Citilink.