Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pakai CAT, Ini Model Baru Rekrutmen Perangkat Desa

Karen Wibi • Senin, 27 November 2023 | 16:45 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemkab Kediri akan mengisi ratusan pos perangkat desa yang kosong. Namun, kandidat yang gaptek alias gagap teknologi agaknya tidak bisa mengikuti seleksi. Sebab, seleksi akan dilakukan dengan menggunakan computer assisted test (CAT). Tak ubahnya rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). 

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, sedikitnya ada 334 kursi perangkat desa yang kosong. Jumlah tersebut tersebar di 187 desa dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.

Bupati Hanindhito Himawan Prama yang dikonfirmasi tentang seleksi menggunakan CAT dalam rekrutmen perangkat desa, membenarkannya. “Tes CAT (dalam rekrutmen perangkat desa, Red) itu agar prosesnya transparan. Potensi kecurangan juga bisa dicegah,” kata pria berusia berusia 31 tahun itu.

Pemakaian CAT, lanjut Dhito, juga untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Perangkat desa menurutnya wajib bisa mengoperasikan komputer. Salah satu cara mengujinya lewat CAT tersebut. “Makanya saya imbau calon perangkat desa untuk menyiapkan diri saat tes nanti,” lanjut Dhito.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Agus Cahyono juga membenarkan pernyataan Dhito. “Sesuai perda (peraturan daerah, Red) yang baru memang harus menggunakan CAT,” terang Agus.

Menurutnya, tes berbasis komputer dalam rekrutmen perangkat desa akan digelar Desember nanti. Minggu lalu tahapan sudah dimulai dengan pembentukan panitia oleh pemerintah desa.

Adapun mulai hari ini panitia akan melakukan survei. Tujuannya untuk mengetahui jumlah kursi perangkat desa yang kosong. Jika saat ini diketahui ada 334 kursi yang kosong, tiap pemdes akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan jumlahnya.

Siapa yang akan menggelar CAT nanti? Agus menyebut tes akan digelar oleh pihak ketiga. Salah satu syaratnya, mereka harus berasal dari universitas dengan akreditasi A. “Anggaran tes akan diambilkan dari APBDes,” jelas Agus sembari menyebut pemkab hanya menjadi pengawas saja.

Sesuai tahapan, setelah pendataan selama seminggu, selanjutnya panitia akan membuka pendaftaran. Melihat timeline tersebut, pendaftaran baru bisa dibuka paling cepat minggu pertama Desember.

Untuk diketahui, CAT bukan sekadar tes secara online. Jika mengacu pada tes PPPK dan CPNS, soal antara satu peserta dengan peserta lain akan berbeda. Dengan demikian, kecil kemungkinan peserta bisa mencontek.

Transparansi salah satunya terlihat dari hasil tes yang bisa langsung diketahui begitu peserta menyelesaikan pekerjaannya. Hasil tes tersebut juga bisa dipantau oleh masyarakat secara luas. Jika sistem ini benar-benar diterapkan, kegaduhan yang sempat terjadi dalam tes perangkat akhir 2021 lalu bisa dicegah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemerintahan #cat #perangkat desa