Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dampak Tol Kediri-Kertosono, Pedagang Pasar Banyakan Bingung Dipindah ke Mana

Karen Wibi • Sabtu, 18 November 2023 | 22:45 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Puluhan pedagang Pasar Banyakan harap-harap cemas. Selain proses pengosongan rumah di dekat pasar, lapak tempat berjualan mereka juga harus segera dikosongkan. Yang membuat mereka kelimpungan, kabar itu diterima dadakan. 

 “Sudah diberitahu kalau disuruh pindah. Tapi belum tahu mau dipindah ke mana,” aku Suharti, 54, salah satu pedagang di Pasar Banyakan. Lebih jauh Suharti mengaku sudah mendengar rencana pemindahan pasar sejak lama. Namun, informasi itu seolah timbul tenggelam tanpa kepastian. 

 Rupanya, kabar pemindahan pedagang kembali datang minggu ini. Mereka diimbau untuk segera mengosongkan lapak. “Tentu saja kami kaget karena mendadak,” lanjutnya sembari mengaku dia dan teman-temannya bingung karena belum diberitahu lokasi pemindahannya.

 Seperti halnya pedagang lain, Suharti memilih pasrah dengan pemindahan pedagang pasar. Meski demikian, dia meminta agar tempat penampungan pedagang yang baru tetap berada di jalan besar. 

 Selama ini, perempatan Banyakan tergolong lokasi yang strategis dan pusat keramaian. Hal tersebut mempermudah pedagang untuk berjualan karena selalu banyak pengunjung. “Kalau dipindah tolong tetap di tepi jalan besar. Jangan sampai dipindah malah jadi sepi,” pintanya. 

 Untuk diketahui, jika puluhan pedagang Pasar Banyakan masih belum pindah, sebanyak 10 kepala keluarga (KK) pemilik bangunan di sisi timur jalan sudah harus mengosongkan bangunan. Sebagian warga terlihat mengambil bahan bangunan yang bisa dimanfaatkan.

 Sesuai tenggat, mereka memang harus meninggalkan rumah sejak Selasa (14/11) lalu. Selanjutnya, PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK) akan memperlebar jalan di sana. Jika saat ini baru selebar delapan meter, ke depan akan diperlebar lagi menjadi 17 meter. 

 Pelebaran dilakukan sepanjang 90 meter di Jl PB Sudirman. Selain menyasar 10 KK rumah warga, proyek pelebaran jalan itu juga akan menyasar lapak yang ada di sana. 

Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi membenarkan jika pedagang Pasar Banyakan akan segera dipindah. Hal tersebut karena kompleks pasar akan terdampak proyekl Tol Kediri-Kertosono. “Sebenarnya (lapak, Red) yang terdampak hanya hitungan jari tapi pemindahan dilakukan ke semua pedagang,” jelasnya.

Lalu, dimana lokasi pasar yang baru? Sukadi menyebut ada beberapa alternatif pilihan yang tengah dikaji. Meski demikian, yang paling memungkinkan adalah di salah satu tanah kas desa dekat Balai Desa Banyakan. Yakni terletak di Jl PB Sudirman. Penelusuran koran ini, meski tidak terletak di jalur provinsi, Jl PB Sudirman akan menjadi akses menuju ke bandara di luar tol. Sehingga, akan tetap menjadi daerah yang ramai.

Terkait pembangunan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS), menurut Sukadi akan dilakukan secepatnya. Pemerintah desa menurutnya masih mendata jumlah pedagang yang menempati lapak pasar.

Seperti diberitakan, selain Pasar Banyakan, Pasar Buah Banyakan juga terdampak proyek Tol Kediri Kertosono. Sukadi menyebut pihaknya juga tengah memproses pemindahan pedagang. “Jika tidak molor, minggu depan dilakukan pengukuran aset tanah (pengganti, Red),” jelas Sukadi sembari menyebut tahap tersebut melibatkan BPN dan PUPR.

Terpisah General Manager Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK) Eko Budi Siswandi mengatakan, pelebaran jalan di lokasi tersebut siap dilakukan. Hingga kemarin pihak JNKK masih menunggu pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemkab.

Eko berharap pembebasan lahan dapat berjalan dengan cepat. Sehingga proyek fisik bisa segera dimulai. Eko memastikan selain memperlebar jalan pihaknya juga akan membangun gapura menuju ke bandara di lokasi tersebut.

“Jadi lokasi tersebut menjadi sangat penting. Dan pembangunan memang dikebut bebarengan dengan beroperasinya bandara,” tandasnya.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tol kediri #dampak #berjualan #proyek tol