Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pertamina Mengkaji Pembuatan Sumur Baru di Tempurejo Kota Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 4 Oktober 2023 | 17:01 WIB

PEMICU CEMARAN: Tim Pertamina mengecek tangki 3 berisi Pertamax. Pipa yang tersambung dengan tangki inilah yang bocor dan mencemari sumur warga.
PEMICU CEMARAN: Tim Pertamina mengecek tangki 3 berisi Pertamax. Pipa yang tersambung dengan tangki inilah yang bocor dan mencemari sumur warga.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Setelah memastikan pencemaran air sumur warga Kota Kediri akibat kebocoran pipa Pertamax di SPBU Pertamina 5464135, badan usaha milik negara itu fokus memulihkan sumur warga yang terdampak. Jika di tahap ini ternyata minyak tetap tak bisa hilang, mereka berencana membuatkan sumur baru.

Hal itu diungkapkan oleh Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan. Menurutnya pembuatan sumur baru akan dilakukan jika kandungan minyak tetap ada di air sumur yang lama. “Tapi ini kesediaan dari warga. Misalnya mau ditembak titik baru dan lain sebagainya,” ujar Taufiq.

Saat ini menurut Taufiq pihaknya masih melakukan pengurasan lebih dulu. Hal itu akan dilakukan hingga sumur dipastikan tidak lagi tercampur minyak. Secara paralel, sumber pencemar dari pipa Pertamax yang menyambung ke tangki pendam dengan dispenser juga akan dibenahi.

Ia memastikan, SPBU harus layak fungsi dan layak beroperasi dulu sebelum kembali dibuka. “Yang jelas kami komitmen penuh untuk bisa menangani warga sebaik mungkin,” tandasnya.

Sampai kapan proses pemulihan berlangsung? Taufiq tidak bisa memastikan waktunya. Sebab, parameternya tetap sumur warga yang harus sudah bersih dari polutan bahan bakar minyak.
“Untuk prosesnya tidak bisa diprediksi. Tapi harapannya dalam seminggu atau dua minggu ke depan sudah bisa beroperasi kembali,” paparnya.

Baca Juga: Permintaan Golongan Darah O di Kabupaten Kediri Melonjak

Terpisah, Lurah Tempurejo Oryza Mahendrajaya menuturkan, warga terdampak tetap menginginkan agar sumurnya kembali normal. Yakni, tidak berbau minyak dan layak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, menurutnya tawaran sumur baru bagi warga bisa dipertimbangkan. Asal warga bisa memperoleh air bersih seperti sebelumnya. “Kalau dibuatkan sumur baru mungkin warga mau,” tuturnya.

Pantauan koran ini, kegiatan pengurasan sumur warga masih terus dilanjutkan kemarin. Jika sebelumnya SPBU baru menguras sumur milik Sugiyono, hari ini hal serupa juga dilakukan. Pengurasan yang sama dilakukan pula di sumur milik Sutiyah, Roy Barnes, dan Sulastri.

Seperti diberitakan, Pertamina mendeklarasikan kebocoran minyak di SPBU 5464135. Kebocoran itu membuat sedikitnya 14 sumur warga yang terletak di sebelah selatan SPBU tercemar. Air mereka mengeluarkan bau minyak yang tajam. Saat disentuh juga licin.

Kebocoran pipa Pertamax baru diketahui setelah dilakukan pressure test dan pneumatic test di tangki pendam dan pipa SPBU. Hasilnya, perubahan tekanan terjadi di rangkaian pengujian terakhir. Atau, di pipa ketiga yang diuji pada Sabtu (30/9) lalu. Pipa itu menyalurkan Pertamax dari tangki pendam ke dispenser penjualan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#air sumur #pencemaran #minyak #spbu