KEDIRI, JP Radar Kediri–Penyebab pencemaran air sumur warga Kota Kediri akhirnya menemui titik terang. Pertamina mengakui bau minyak di sumur warga Kelurahan Tempurejo, Pesantren berasal dari rembesan SPBU Pertamina 5464135. Pemicunya karena pipa Pertamax yang bocor.
Kebocoran diketahui setelah dilakukan pressure test dan pneumatic test yang digelar di tangki dan pipa. Di sana diketahui ada salah satu pipa yang bocor. Untuk diketahui, tim peneliti independen yang ditunjuk Pertamina dan warga melakukan pengujian di SPBU Tempurejo sejak 20 September lalu. Selanjutnya, pressure test baru dilaksanakan pada Rabu (27/9) lalu.
Pengujian terhadap tangki dan pipa itu dilakukan untuk mencari jejak kebocoran minyak. Hasilnya, di rangkaian pengecekan terakhir, atau pada pipa ketiga yang berisi Pertamax, terjadi perubahan tekanan. “Itu mengindikasikan adanya rembesan di situ (pipa Pertamax, Red),” ujar Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan.
Lebih jauh Taufiq menjelaskan, kebocoran terjadi di pipa yang menyalurkan Pertamax dari tangki pendam menuju dispenser. Terkait penyebab dan lokasi kebocoran, menurutnya perlu penelusuran lebih lanjut.
Baca Juga: Relokasi Pedagang Pasar Ngadiluwih Kediri Molor, Kok Bisa?
“Kami akan memproses lebih lanjut untuk menemukan titiknya itu di mana dan penyebabnya apa,” lanjut Taufiq sembari menyebut penelusuran akan dilakukan oleh tim independen yang sudah ditunjuk.
Selebihnya, Pertamina juga akan bermusyawarah dengan warga. Musyawarah menurutnya akan mencakup upaya pemulihan sumur warga terdampak. Taufiq menyebut Pertamina akan memastikan SPBU Tempurejo akan menjalankan kewajibannya dalam menyelesaikan persoalan pencemaran air.
“Dari sisi SPBU akan menyelesaikan dulu sambil secara paralel di sisi warga akan dikosongkan airnya. Supaya nanti ketika SPBU sudah running (beroperasi, Red), air warga kami pastikan tidak ada masalah,” tegas Taufiq ditemui di Balai Kelurahan Tempurejo kemarin.
Lebih jauh Taufiq menuturkan, pihaknya akan segera menguras sumur warga yang tercemar minyak. “Kami pastikan dulu sampai betul-betul tidak ada campuran minyak dalam air,” imbuhnya.
Terpisah, Pemilik SPBU Tempurejo Arif Mintojo meyakinkan, pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan warga. Di antaranya, terkait pertanggungjawaban SPBU terhadap warga yang sudah dirugikan sejak pertengahan Agustus lalu.
Baca Juga: Hasil Tes Tekanan, Ada Pipa yang Bocor di SPBU Pertamina di Tempurejo
“Saya minta maaf sebelumnya pada warga Tempurejo yang terdampak. Ke depannya SPBU akan berkoordinasi dengan warga setempat,” ucapnya. Terkait kompensasi, menurut Arif pihaknya akan memberi bantuan air minum kepada warga.
Mewakili warga, Lurah Tempurejo Oryza Mahendrajaya menyebut warga berkomitmen meminta agar air tanah bisa kembali seperti awal. “Tidak ada cemaran,” ujarnya.
Senada dengan Oryza, Sulastri, 54, salah satu warga terdampak, merasa lega dengan hasil pengujian itu. “Ibaratnya kalau sakit itu sudah ketemu boroknya,” jelas Sulastri.
Setelah sumurnya tercemar minyak sejak pertengahan Agustus lalu, sampai sekarang ia belum bisa menggunakan air sumur. Karenanya, dia meminta agar air sumurnya bisa kembali seperti semula. Sehingga, bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti sedia kala.
Baca Juga: Lipsus Angkutan Kota di Kediri: Bus Satria Bagus, Harusnya dari Dulu
Seperti diberitakan, sedikitnya ada 14 sumur milik 16 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang tercemar minyak. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Kediri menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan serangkaian penelitian.
Dari hasil uji hidrokarbon yang terbaru, didapat fakta bahwa sampel air dari sumur Sulastri yang pada 9 September lalu berubah warna kehitaman, mengandung zat total petroleum hydrocarbon (TPH) sangat tinggi. Yakni, mencapai 187.360 miligram (mg). Artinya, kandungan minyak bumi atau produk turunannya di air sumur warga Tempurejo RT 05/II sangat tinggi.
Di lain sisi, Pertamina juga melakukan pengujian untuk menyempurnakan tes air sebelumya yang tidak menunjukkan kandungan minyak. Selain itu, bantuan air minum juga didistribusikan kepada keluarga terdampak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah