Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Relokasi Pedagang Pasar Ngadiluwih Kediri Molor, Kok Bisa?

Karen Wibi • Selasa, 3 Oktober 2023 | 16:40 WIB

 

caption

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pedagang Pasar Ngadiluwih agaknya harus lebih bersabar. Pasalnya, rencana pemindahan pedagang ke tempat penampungan Pasar Sementara (TTPS) urung dilaksanakan. Agenda tersebut harus mundur ke awal tahun 2024.

Alasannya adalah karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri masih akan menambah fasilitas yang berada di TTPS. “Pemindahan pedagang ke TTPS harus diundur awal tahun depan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih saat dikonfirmasi.

Sebelumnya diketahui pedagang pasar Ngadiluwih yang terdampak kebakaran akan dipindah pada awal Oktober. Karena di akhir September proyek pembangunan TPPS telah rampung. Sayangnya pemkab menilai fasilitas bangunan yang berada di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih itu kurang memadai.

Hal tersebut yang membuat pemkab ingin menambah fasilitas di TPPS. Alhasil pemkab melakukan adendum terhadap perjanjian kontrak. Isinya yaitu untuk menambah fasilitas di TPPS. Nantinya, proyek dari adendum akan selesai di akhir Oktober.

“Kami akan menambah fasilitas berupa pagar pengaman di sekitar TPPS,” tutur perempuan berhijab tersebut.

Lebih lanjut, pemkab akan melakukan evaluasi jelang pemindahan pedagang. Kurang lebihnya evaluasi tersebut akan memakan waktu sekitar 2 bulan. Juga sebagai sosialisasi kepada pedagang terdampak.

Oleh sebab itu, Tutik berpesan kepada seluruh pedagang untuk lebih bersabar. Toh, pembangunan TPPS yang memakan waktu tiga bulan lebih dari rencana awal itu digunakan untuk kebaikan para pedagang. Yaitu untuk meningkatkan kualitas keamanan di sana.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pedagang nyaman dan aman di TPPS,” tegasnya.

Lebih jauh, nantinya akan ada sekitar 400 pedagang yang akan menempati TPPS. Dengan konsep ke-400 pedagang itu akan berjualan secara lesehan. Karena memang, TPPS hanya diperuntukkan untuk jangka waktu yang tak terlalu lama.

Terpisah, Murtiyati, 56, salah satu pedagang yang lapaknya ikut terbakar mengaku sedih. Hingga kemarin dia harus menumpang di lapak temannya yang tidak ikut terbakar.

Perempuan asal Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih itu berharap agar TPPS dapat segera selesai. Sehingga, dia dan ratusan pedagang lain bisa segera berjualan dengan kondisi nyaman. Tidak harus berdesak-desakan dengan banyak pedagang yang lain.

“Kalau bisa renovasi pasar yang dulu terbakar cepat selesai. Biar bisa jualan seperti dulu,” harapnya singkat.

Seperti diberitakan, kebakaran hebat terjadi di Pasar Ngadiluwih pada 8 Mei 2022. Akibatnya, ada 35 kios milik pedagang yang hangus terbakar. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 800 juta. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah