KEDIRI, JP Radar Kediri - Operasi Pasar (OP) beras murah di Balai Desa Cerme, Kecamatan Grogol diserbu warga kemarin. Tak butuh waktu lama. Beras sebanyak 8 ton yang disediakan hanya bertahan dalam waktu tiga jam saja. Semua ludes dibeli oleh warga setempat.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kediri, OP tersebut dibuka mulai pukul 08.00 WIB. Belum genap pukul 11.00 WIB, tumpukan beras murah tersebut sudah tak bersisa. Pasalnya, harga yang dipatok memang lebih murah. Beras seberat 5 kilogram (kg) dapat ditebus senilai Rp 52 ribu.
“Harganya memang lebih murah. Jadi cepat habis dibeli masyarakat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Arbai.
Dengan harga tersebut warga hanya perlu membeli dengan harga Rp 10.400 per kg. Lebih murah dari harga beras medium yang saat ini sudah menyentuh harga Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kg. Atau beras premium yang bahkan sudah di angka Rp 13.500 per kg.
Operasi pasar murah ini sendiri menurut Arbai dilakukan untuk menekan tingginya harga beras. Karena sejak dua minggu lalu, harga beras di Kabupaten Kediri naik drastis. Tak tanggung-tanggung, kenaikan bisa mencapai Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kg.
“Pemkab terus berupaya untuk menekan harga beras yang melambung tinggi. Dengan harapan agar harga terus turun,” tandasnya.
Lalu apakah operasi beras murah akan kembali dilakukan bulan depan? Menanggapi pertanyaan itu, Arbai belum bisa memastikan. Dirinya mengatakan jika pemkab masih terus berkoordinasi dengan pihak Bulog. Namun besar kemungkinan jika OP masih akan terus dilakukan.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Kediri Estu Rahmaningtyas mengatakan banyak upaya yang dilakukan pihaknya untuk mencegah peningkatan harga beras. Yang pertama adalah penjualan beras murah di OP. Namun selain itu, bulog juga sedang menyalurkan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Setidaknya ke 123 ton beras tersebut akan disalurkan kepada 123.817 warga miskin di Kabupaten Kediri. Dengan proses penyaluran yang dibagi ke dalam tiga tahap. Yaitu di bulan September, Oktober, dan November. “Penyaluran beras sudah dimulai Kamis pekan lalu,” tuturnya.
Terpisah, Sumini, 66, warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol mengaku senang dengan adanya OP beras murah. Karena menurutnya, beras yang dijual dengan murah sangat membantu. Meski hanya boleh membeli maksimal 2 beras kemasan. “Semoga harga beras cepat turun. Jangan naik-naik lagi,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah