Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bupati Kediri Dhito Dampingi Menpora Dito Cek Bandara dan Stadion Baru, Ini Harapannya

Karen Wibi • Sabtu, 23 September 2023 | 23:46 WIB
EVALUASI: Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Menpora Dito Ariotedjo saat mengecek Stadion Gelora Daha Jayati yang hingga kemarin pembangunannya sudah mencapai sekitar 50 persen.
EVALUASI: Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Menpora Dito Ariotedjo saat mengecek Stadion Gelora Daha Jayati yang hingga kemarin pembangunannya sudah mencapai sekitar 50 persen.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Dua proyek besar di Kabupaten Kediri jadi perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo. Saat berkunjung ke Kota Kediri kemarin, dia menyempatkan untuk mengecek proyek di barat sungai tersebut. Di depan Menteri muda itu, Bupati Hanindhito Himawan Pramana membeber target tinggi tentang pemanfaatan Stadion Gelora Daha Jayati untuk ajang pekan olahraga provinsi (porprov) dan pekan olahraga nasional (PON).

Bupati dan Menpora mengunjungi bandara sekitar pukul 14.00. Keduanya berkeliling ke sejumlah lokasi yang sekarang sedang dipacu pengerjaannya. Setelah dari lokasi proyek strategis nasional itu, keduanya langsung menuju ke lokasi proyek stadion di Desa Bulusari, Tarokan. “Hari ini (kemarin, Red) saya sengaja mengecek dua proyek besar di Kabupaten Kediri dengan Menpora,” kata Dhito.

Dhito menyebut, dirinya sengaja mengajak pria yang juga akrab disapa Dito itu untuk mengecek stadion. Tujuannya, untuk meminta pertimbangan apakah stadion tersebut layak digunakan untuk event olahraga berskala nasional atau tidak.

Hasilnya, Dito menyebut stadion yang ditunjang dengan keberadaan bandara di dekatnya, layak untuk jadi tempat penyelenggaraan event olahraga. “Baik skala regional atau nasional,” lanjut bupati muda itu.

Lebih jauh Dhito menjelaskan, dia memang memiliki cita-cita besar dengan dibangunnya stadion yang di tahap awal menelan dana sekitar Rp 150 miliar itu. Yakni, dia ingin menggelar event olahraga berskala regional dan nasional. Yaitu Porprov dan PON. “Targetnya ingin jadi tuan rumah event olahraga porprov dan PON di kemudian hari,” terang pria berusia 31 tahun itu.

Jika saat ini masih menjadi cita-cita, Dhito optimistis kelak hal itu bisa direalisasikan. Apalagi, kemarin Menpora Dito sudah mengecek dan memastikan bangunan itu layak.

“Kita doakan agar cita-cita tersebut dapat segera terwujud,” ajak Dhito yang kemarin memperlihatkan progres fisik proyek bandara dan stadion kepada Menpora Dito itu.

Lebih jauh Dhito menjelaskan, proyek bandara sudah hampir rampung di minggu ketiga September ini. Realisasinya sebesar 97,04 persen. Artinya, item pekerjaan yang belum digarap tinggal kurang dari tiga persen.

Dhito menyebut, proyek fisik bandara diprediksi selesai akhir Oktober nanti. Selanjutnya, uji coba bandara bisa dilakukan pada November nanti. “Untuk stadion juga terus dikebut,” tuturnya sembari menyebut realisasi sudah hampir mencapai 50 persen.

Meski baru mencapai separo, menurut bapak dua anak itu progres pembangunan stadion sudah lebih cepat dari timeline. “Tidak ada keterlambatan realisasi fisik proyek,” papar Dhito yang kemarin mengaku terkejut melihat kerangka fisik stadion sudah mulai terlihat.

Sayang, Menpora Dito belum bisa memberi keterangan secara langsung. Politisi dari Golkar itu beralasan harus segera berangkat ke GOR Jayabaya untuk menghadiri peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di sana.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kemenpora #stadion kediri #proyek