KEDIRI, JP Radar Kediri - Harga beras di Kabupaten Kediri masih belum juga turun. Oleh sebab itu, Tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri terus melakukan sidak. Salah satunya adalah untuk mencari pelanggaran-pelanggaran yang berada di lapangan.
Kemarin (19/9), tim satgas pangan mencoba melakukan sidak di beberapa tempat di Kecamatan Mojo sejak pagi. Seperti di Pasar Mojo dan beberapa tempat penggilingan. “Saat ini kita masih terus melakukan sidak. Kita mencari penyebab kenaikan beras secara langsung di lapangan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.
Dalam sidak tersebut, Tutik menyebut jika pihaknya mencari pelanggaran yang biasa terjadi ketika kenaikan harga beras. Seperti beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Atau penjual yang biasa menjual beras dengan cara dioplos.
Setelah berkeliling di Pasar Mojo, Tutik menyebut jika tak menemukan satu pun pelanggaran. Para pedagang di Pasar Mojo menjual beras sesuai dengan ketentuan. Meski demikian, Tutik menemukan beberapa temuan baru tentang kenaikan harga beras. Yaitu ketika berkunjung ke tempat penggilingan beras. Temuan yang dimaksud adalah tentang banyaknya permintaan para penggiling beras. Permintaan tersebut tidak berasal dari Kabupaten Kediri. Namun dari luar daerah Kabupaten Kediri.
Alhasil pasokan di Kabupaten Kediri terus menurun. Dengan permintaan yang terus tinggi, Tutik menyebut jika hal tersebut menjadi alasan harga beras naik. “Kenaikan harga beras pun sudah terjadi sejak di penggilingan,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Pimpinan Bulog Kediri Estu Rahmaningtyas tak menampik jika harga beras masih belum turun. Dirinya berujar, kenaikan harga beras sudah terjadi sekitar 1,5 bulan. Menurut pengamatannya, harga beras juga masih akan berlangsung menjelang akhir tahun.
Meski demikian, Estu mengatakan jika bulog juga terus berupaya untuk menurunkan harga beras. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah