Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polres Kediri Kota Usut Pengurasan Sumur Warga Tempurejo yang Tercemar, Ini yang Dilakukan

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 19 September 2023 | 17:20 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri–Satreskrim Polres Kediri Kota melanjutkan pengusutan kasus pencemaran air warga di Kota Kediri. Kemarin mereka kembali memeriksa empat warga setelah sebelumnya memanggil dua karyawan SPBU Pertamina. Kali ini penyidik juga mendalami pengurasan sumur warga oleh Pertamina beberapa waktu lalu.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, di antara empat warga Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang kemarin diperiksa penyidik adalah Ketua RT 05/II Abdullah Mubaraq. Dia diperiksa selama sekitar dua jam.

“Pertanyaannya banyak. Kalau enggak salah ada tiga lembar pertanyaan,” ujar Abdullah kepada koran ini. Apa saja yang ditanyakan? Penyidik menggali mulai awal hingga proses pengurasan sumur milik Sulastri yang diketahui mengeluarkan lapisan berwarna hitam mirip minyak di bagian atas air.

Abdullah pun mengaku membeber semua kronologi pencemaran. Termasuk saat pengurasan air yang dilakukan sampai kelihatan dasar sumurnya dan mengeluarkan tiga tandon air (14/9). “Ternyata air masih terus keluar dan tetap ada minyaknya,” lanjut Abdullah.

Baca Juga: Cegah Banjir, Dinas PUPR Kota Kediri Normalisasi Kali Kedak

Hal tersebut membuat tim Pertamina melanjutkan pengurasan sumur keesokan harinya (15/9). Di depan penyidik Abdullah juga menjelaskan tentang penyegelan sumur yang dilakukan di dua lokasi. Selain sumur milik Sulastri, 58, yang Sabtu (9/9) lalu ditemukan zat mirip minyak di permukaannya, sumur milih Sugiono yang hanya berjarak satu rumah dari Sulastri juga disedot dan disegel.

Pengurasan di sumur milik Sugiono dilakukan karena saat sumur Sulastri disedot, permukaan air sumurnya turun dan makin keruh. “Saat disenteri, di atasnya ada lapisan pelangi (diduga minyak). Akhirnya kita minta untuk disegel juga,” terang Abdullah.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama yang dikonfirmasi tentang pemeriksaan kembali empat warga Kelurahan Tempurejo, Pesantren, membenarkannya. “Dari pihak SPBU sudah (diperiksa, Red). Ada dua orang yang diperiksa,” kata Nova ditemui koran ini kemarin.

Setelah pemanggilan warga terdampak pencemaran, menurut perwira dengan pangkat tiga balok di Pundak itu, pihaknya kini tinggal menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel yang sudah diambil. Pengujian tidak hanya untuk mengetahui sumber cemaran. Melainkan juga untuk mengetahui zat apa yang memicu pencemaran.

Baca Juga: Pengujian Terakhir di Lokasi Pencemaran Air Tempurejo Kediri, Ini yang Akan Dilakukan Tim ITS

Nova menyebut ada dua sampel yang diuji. Yakni, sampel air saat kasus pencemaran mencuat pertengahan Agustus lalu, dan sampel air setelah sumur warga berubah menjadi kehitaman pada Sabtu (9/9) lalu. “Hari ini (kemarin, Red) masih dibaca hasil pengujiannya,” terang Nova sembari menyebut pihaknya sudah memanggil ahli untuk membeberkan keterangan hasil pengujian.

Untuk diketahui, selain memenuhi panggilan penyidik Polres Kediri Kota, warga juga menunggu hasil pengujian tentang penyebab pencemaran air di lingkungan mereka. Kepastian hasil pengujian akan menentukan waktu dibukanya segel di dua sumur milik warga.

Terkait hal tersebut, Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan, pembukaan sagel terhadap sumur warga akan dilakukan setelah pengujian selesai. “Menunggu hasil penelitian selesai,” tandasnya.

Pertamina melakukan pengujian ulang menyusul adanya temuan zat mudah terbakar berwarna kehitaman di permukaan sumur milik Sulastri (9/9). Hingga kemarin, sudah sepuluh hari berlalu sejak temuan menghebohkan di rumah Sulastri itu.

Baca Juga: . Kabel Nyangkut Truk di Perempatan RS Baptis Kediri Bikin Macet

Seperti diberitakan, sedikitnya ada 14 sumur warga yang diduga tercemar minyak. Dugaan itu muncul lantaran air sumur mereka berbau menyengat mirip bahan bakar minyak (BBM) atau bensin. Pencemaran air tanah itu semakin parah pada Sabtu (9/9) lalu. Sulastri, 58, mendapati permukaan sumur terbukanya dipenuhi polutan berwarna kehitaman. Saat disulut dengan api, zat tersebut langsung terbakar.

Kecurigaan pun mengarah pada dua hal. Yakni, timbunan sampah bekas galian batu bata di belakang permukiman terdampak. Pun dengan SPBU Pertamina 5464135 yang hanya dipisahkan gang di utara permukiman terdampak.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pencemaran #sumur #minyak #air tercemar