KEDIRI, JP Radar Kediri –
“Kalau saya tetap jual nasi bungkus Rp 5 ribu all varian. Saya nggak naikkan harga tapi porsi sedikit dikurangi supaya bisa tetap menjual harga Rp 5 ribu,” kilah Shendy Septiana, 26, pedagang nasi yang berada di Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota.
Beda lagi dengan Lestari, 48. Penjual nasi ayam geprek di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kelurahan/Kecamatan Mojoroto ini memilih menaikkan harga jualannya. Bila sebelumnya harga satu porsi Rp 5 ribu sejak Senin (11/9) diterapkan harga baru, yakni Rp 6 ribu.
“Ini sebenarnya punya bosku. Katanya semua bahan naik, jadi terpaksa dinaikkan harganya,” dalih Lestari, sembari menyebut punya kekhawatiran pelanggan nasi ayam gepreknya menurun.
Wanita berhijab itu hanya bisa mengikuti harga yang ditetapkan oleh atasannya. Bagi dirinya, hal itu wajar dilakukan. Terlebih lagi, dia juga sering mendengar keluhan dari penjual makanan yang berada di sebelahnya.
“Orang-orang ya sambat kabeh iki,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M Ridwan mengatakan bahwa kenaikan harga beras adalah hal yang tak bisa dihindari. Menurutnya, kenaikan tersebut akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Sehingga, harga-harga lainnya pun tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyesesuaian.
Kendati demikian, dengan berjalannya waktu harga akan kembali stabil. Ridwan berpendapat bahwa saat ini terdapat petani yang merasa khawatir untuk menanam padi. Hal itu dipengaruhi oleh adanya musim kemarau yang berkepanjangan.
“Sangat dimungkinkan saat ini petani bermain aman. Karena kekhawatiran musim dan biaya produksi yang tinggi,” ujar Ridwan saat dihubungi kemarin.
Merespon kenaikan beras yang tengah terjadi saat ini pun pemerintah gencar melakukan operasi pasar. Di Kota Kediri, operasi pasar beras sudah berakhir pada Kamis (13/9) lalu. Setiap harinya, 16 ton beras disalurkan kepada warga dengan harga jual Rp 52 ribu per 5 kilogram.
Untuk operasi beras di Kota Kediri, Ridwan mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah masih berlanjut hingga bulan-bulan ke depan. Namun, dia memastikan akan ada bantuan pangan berupa beras, daging ayam, dan telur untuk bulan Oktober, November, dan Desember. Itu diberikan kepada semua warga miskin. Totalnya pun nanti mencapai puluhan ribu kartu keluarga (KK)
“Datanya nanti dari pusat. Lalu setiap KK nanti dapat 10 kg beras untuk satu bulan, untuk teknisnya masih akan dirapatkan,” pungkasnya. (em/fud)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah