Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Baca Juga: Pileg di Kota Kediri Diwarnai Mayoritas Calon Petahana
Menurut Tutik, akhir Agustus ini dua bangunan yang belum dipasang atap akan menyusul dua lainnya. “Nantinya pedagang akan berjualan lesehan (di los, Red),” tutur Tutik tentang konsep bangunan TPPS.
Dengan konsep itu, nantinya tidak ada sekat antara tempat berjualan satu dengan lainnya. Model tersebut dinilai cocok untuk tempat penampungan sementara. “Totalnya nanti akan ada sekitar 400 pedagang yang menempati TPPS,” jelas Tutik.
Selain menyelesaikan TPPS, menurut Tutik pihaknya juga akan segera membangun Pasar Ngadiluwih. Pemkab menargetkan akan membangun ulang pasar pada 2024 nanti. “Jadi untuk anggaran hingga perencanaan baru akan dilakukan di tahun depan,” tegasnya.
Terpisah, Murtiyati, 56, salah satu pedagang yang lapaknya ikut terbakar mengaku sedih. Hingga kemarin dia harus menumpang di lapak temannya yang tidak ikut terbakar.
Baca Juga: Satpol PP Kota Kediri Stop Operasi Kafe Bacchus, Ini Gara-Garanya
Perempuan asal Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih itu berharap agar TPPS dapat segera selesai. Sehingga, dia dan ratusan pedagang lain bisa segera berjualan dengan kondisi nyaman. Tidak harus berdesak-desakan dengan banyak pedagang yang lain. “Kalau bisa renovasi pasar yang dulu terbakar cepat selesai. Biar bisa jualan seperti dulu,” ujarnya singkat.
Seperti diberitakan, kebakaran hebat terjadi di Pasar Ngadiluwih pada 8 Mei 2022. Akibatnya, ada 35 kios milik pedagang yang hangus terbakar. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 800 juta.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.