Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Gerojok Rp 140 Miliar untuk Atasi Kasus Stunting, Ini Peruntukkannya

Karen Wibi • Rabu, 23 Agustus 2023 | 17:24 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Target penurunan angka stunting hingga satu digit di Kabupaten Kediri, diikuti penggelontoran anggaran untuk penanganan. Sedikitnya, pemkab menyiapkan dana Rp 140 miliar untuk menurunkan kasus gangguan tumbuh kembang atau kekerdilan itu.

“Anggaran tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri dr Nurwulan Andadari.

Tahun 2022 lalu menurut Andadari anggaran penanganan stunting hanya Rp 100 miliar. Karenanya, tahun ini ada peningkatan anggaran Rp 40 miliar. Penambahan hingga puluhan miliar ini, diharapkan bisa menurunkan kasus stunting yang tahun ini mencapai 20 persen. Yaitu sekitar sembilan ribu anak.

“Akhir tahun kami menargetkan maksimal 9 persen atau satu digit,” lanjut Andadari sembari menyebut anggaran senilai ratusan miliar itu tidak hanya dari organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Melainkan juga dari desa-desa.

Baca Juga: Jembatan Alun-Alun Bandar Dibuka, Lalu Lintas di Jl PB Sudirman Kota Kediri Normal Kembali

Untuk apa saja anggaran penanganan stunting? Andadari menjelaskan, ada enam program yang akan dikebut. Mulai bantuan makanan, pemberian beras micronutrien, pendampingan keluarga, pelayanan Keluarga Berencana (KB), hingga penyedian jamban dan air bersih, serta edukasi.

Di antara enam program tersebut, menurut Andadari anggaran paling banyak digunakan untuk pemberian bantuan makanan. Dia meyakini pemenuhan gizi anak lewat bantuan makanan relatif efektif menurunkan stunting. “Pemkab Kediri masih terus berupaya untuk menurunkan angka stunting,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang ditemui Senin (21/8) di pendapa menyebut, selain pemberian bantuan makanan, edukasi kepada orang tua juga sangat penting untuk menangani stunting. Termasuk memastikan agar bantuan makanan benar-benar dikonsumsi oleh anak. “Jangan sampai kita berikan telur dan biskuit tapi yang makan malah di bapaknya,” tegasnya.

Baca Juga: Sebanyak 20 Bidang Aset Pemkot Kediri Terkena Tol Kediri-Tulungagung

Seperti diberitakan, kasus stunting tahun 2022 lalu sekitar 18 persen. Tetapi, berdasar survei Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tahun ini justru naik menjadi 20 persen. Karenanya, penanganan stunting di Kabupaten Kediri tidak hanya melibatkan OPD saja. Melainkan juga para camat. Mereka diminta memetakan kasus stunting dan mengawasi program penanganan stunting di wilayah masing-masing.

Agar para pemangku wilayah itu bisa serius menangani program khusus itu, Dhito mengaku siap memutasi camat. Terutama mereka yang kasus stunting di wilayahnya justru naik setelah dilakukan intervensi khusus oleh Pemkab Kediri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemkab kediri #kasus stunting #stunting #Miliar