KEDIRI, JP Radar Kediri-Jadwal first landing atau pendaratan perdana pesawat di Bandara Internasional Dhoho masih menjadi teka-teki. Dalam waktu dekat, PT Surya Dhoho Investama (SDHI) disebut-sebut akan mengundang 15 pemerintah kabupaten/kota di Jatim. Mereka akan diajak membahas jadwal first landing. Sekaligus dipaparkan potensi yang ada di bandara.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi. “Sebelum first landing nanti rencananya akan ada pertemuan dengan 15 kota/kabupaten se-Jatim,” kata Sukadi.
Lebih jauh Sukadi menjelaskan, persiapan beroperasinya bandara akan dibuat sematang mungkin. Salah satunya terkait mekanisme pengoperasian Bandara Internasional Dhoho. Hal itu pula yang menurut mantan kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) ini membuat first landing yang semula dijadwalkan 17 Agustus diundur.
Baca Juga: Kalau Ada Camat Gagal Atasi Stunting, Bupati Dhito Siap Memutasi
Apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Menurutnya ada banyak hal yang akan dijelaskan. Salah satunya tentang mekanisme pengoperasian bandara. Pemrakarsa proyek juga akan membahas potensi yang bisa dimanfaatkan bersama oleh 15 kota/kabupaten se-Jatim.
Mulai potensi UMKM, pariwisata, akses ekspor-impor, hingga akses umrah/haji. “Banyak potensi dari bandara yang bisa dimanfaatkan oleh banyak daerah di Jawa Timur. Tidak hanya oleh Kabupaten Kediri,” lanjutnya.
Selain beberapa hal tersebut, menurut Sukadi pertemuan juga akan membahas jadwal pasti first landing. Serta, tanggal pasti kapan bandara akan beroperasi. “Jadi kalau sekarang ditanya kapan bandara beroperasi saya masih belum bisa memberitahu,” terangnya.
Kapan pertemuan akan dilakukan? Sukadi belum bisa membeberkan waktunya. Meski demikian, berdasar pemberitahuan awal, pertemuan akan digelar pada Agustus-September. “Atau paling lambat yaitu sebelum bandara beroperasi di akhir tahun,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut jika launching dari bandara akan segera dilakukan. Jika tidak molor, pembukaan bandara akan dilakukan di akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.
Baca Juga: Truk dan Bus Sudah Ramai Melintas di Jembatan Alun-Alun Bandar
Jelang launching tersebut, Dhito menyebut Kabupaten Kediri tengah mempersiapkan banyak hal. Salah satunya dari sektor ekonomi. Yaitu UMKM. Menurut Dhito, UMKM adalah salah satu sektor yang cukup penting di sekitar bandara. Dengan adanya UMKM, roda perputaran ekonomi di sekitar bandara akan menggeliat. “Jangan sampai kita hanya jadi penonton. Kita harus ikut andil dengan adanya Bandara Kediri,” tegasnya.
Pantauan koran ini, proses pengerjaan akses menuju bandara terus dikebut. Terakhir, Jembatan Jatirejo yang juga menjadi akses menuju ke bandara sudah selesai diperbaiki. Sedangkan akses jalan Banyakan-Bolawen masih proses perbaikan. Rencananya, perbaikan tersebut akan selesai pada 26 Agustus nanti. “Saat ini pengerjaan akses bandara terus dikebut,” terang Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah