Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Prihatin! Kali Kedak Kota Kediri Perlu Normalisasi

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 9 Agustus 2023 | 16:39 WIB
RAWAN BANJIR: Kondisi Kali Kedak di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri kemarin. Sungai tersebut perlu dilakukan normalisasi agar tidak meluap saat musim hujan.
RAWAN BANJIR: Kondisi Kali Kedak di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri kemarin. Sungai tersebut perlu dilakukan normalisasi agar tidak meluap saat musim hujan.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Permasalahan di Kali Kedak, Kota Kediri sangat kompleks. Selain sampah, pendangkalan karena endapan dan tanaman liar juga menjadi permasalahan. Untuk mencegah luapan air saat musim hujan, sungai tersebut perlu dilakukan normalisasi.

Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri Endang Pertiwi selaku penggagas kegiatan bersih Kali Kedak mengatakan, endapan itu bisa memicu banjir. Khususnya selama musim hujan saat sungai ini sering mendapat kiriman air bah dari hulu.

“Ini kan sudah banyak endapan dan tanaman liar di aliran sungainya. Tanahnya juga sudah tinggi. Kalau hujan ditakutkan airnya bisa naik hingga ke atas. Makanya kami usul agar dinormalisasi,” ujar Endang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri menyadari hal tersebut. Ada beberapa titik aliran Kali Kedak memang membutuhkan normalisasi. Khususnya di titik pembersihan dalam rangka Hari Sungai Nasional pada pekan lalu. Yakni, di Kelurahan Bujel dan Ngampel.

“Memang perlu normalisasi karena ada sedimen yang mengganggu aliran air. Normalisasi nanti dibantu alat berat excavator,” terang Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kabid Sumber Daya Air Meri Oktavia.

Lalu, kapan normalisasi Kali Kedak akan dilaksanakan? Meri mengatakan pihaknya akan secepatnya memproses hal tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya masih mencari akses jalan masuk alat berat agar bisa turun ke aliran sungai.

“Harapannya setelah dinormalisasi, sungai memiliki daya tampung yang ideal untuk menampung debit air sehingga membantu mencegah terjadinya banjir,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan relawan turun ke Kali Kedak pada Minggu (6/8) pagi. Relawan yang mayoritas pelajar itu mengumpulkan sungai dari sampah dengan alat seadanya. Namun begitu, hasilnya dalam tiga jam saja mereka berhasil mengumpulkan 7 ton sampah. Termasuk di dalamnya sampah popok sekali pakai dan sampah plastik yang masih banyak ditemui.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Kali #Normalisasi #sungai