Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Begini Kondisi Pencemaran Kali Kedak di Kota Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 8 Agustus 2023 | 17:21 WIB

MASIH KOTOR: Aliran Sungai Kedak di Kelurahan Pojok, Mojoroto yang kemarin belum dibersihkan masih dipenuhi sampah.
MASIH KOTOR: Aliran Sungai Kedak di Kelurahan Pojok, Mojoroto yang kemarin belum dibersihkan masih dipenuhi sampah.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Tak hanya membersihkan sampah di Kali Kedak pada Minggu (6/8) lalu, para relawan juga melakukan pengujian kualitas air. Hasilnya, ada salah satu titik sungai yang airnya tercemar.

Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri Endang Pertiwi mengungkapkan, mereka melakukan pengujian kualitas air di lima titik Kali Kedak. Hasilnya, ada salah satu titik yang airnya tercemar. Yakni, di Jl KH Misbakhul Munir Kelurahan Mojoroto. “Air sungai berwarna biru mengarah ke hitam. Berbau dan berbusa,” kata Endang tentang kondisi air sungai yang tercemar.

Lebih jauh Endang menjelaskan, pihaknya sengaja menguji kualitas air sebagai langkah deteksi dini kondisi sungai. Ada dua indikator yang diperiksa. Yakni, mendeteksi zat padat terlarut atau total dissolved solid (TDS) dan derajat keasaman atau PH air. “PH-nya 6,1. Normalnya antara 6,5 sampai 8,5. Kalau untuk TDS-nya masih normal 312,” lanjut Endang.

Baca Juga: 41 Bacaleg Kota Kediri Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, Ini Gara-garanya

Selain hasil uji yang mengindikasikan air sungai tercemar, menurut Endang warga setempat juga mengeluhkan aliran dari anak sungai yang kerap menimbulkan bau tak sedap. Terutama pada malam hari. Air berwarna biru kehitaman dan berbusa itu sering mengalir di sana.

Tak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 300 meter di sisi selatan, tim menemukan banyak limbah bangkai ayam. Seperti laring, jeroan, dan bagian tubuh ayam lainnya.
Bangkai diletakkan di dalam karung dan dibuang di Kali Kedak.

“Beratnya sampai lebih dari 50 kilogram (kg). Itu sama dengan yang kami temukan di sungai di Kelurahan Mojoroto,” jelasnya.

Baca Juga: Kontraktor Kebut Revitalisasi Jalur Arteri Kediri-Nganjuk, Ini Targetnya

Seperti diberitakan, Minggu (6/8) lalu, ratusan relawan yang mayoritas pelajar turun ke Kali Kedak untuk membersihkan sungai. Hasilnya, dalam waktu tiga jam saja mereka berhasil mengumpulkan 7 ton sampah. Sampah-sampah itu dihasilkan dari aliran Kali Kedak di Kelurahan Bujel dan Mojoroto.

Di antara tujuh ton sampah yang dikumpulkan dalam peringatan Hari Sungai Nasional itu, tim menemukan banyak sampah popok sekali pakai atau diapers. Selebihnya, banyak juga sampah plastik di sana. “Karena dari hulunya sendiri sudah kotor. Sedangkan kita di kota itu termasuk hilir. Tetapi, apapun airnya kalau dari hulu pasti arahnya ke Brantas,” tandasnya terkait sampah di Kali Kedak.

Terpisah, Plt Kepala DLHKP Kota Kediri M. Anang Kurniawan melalui Sekretaris Dinas Roni Yusianto mengatakan, pihaknya berupaya ikut menjaga kebersihan sungai dengan mengurangi volume sampah di Kota Kediri. “Kami juga rutin melakukan pengujian air,” ujar Roni sembari menyebut sejauh ini belum ada masalah terkait kualitas air di Kali Kedak.

Baca Juga: BPN Kota Kediri Menerbitkan Puluhan Peta Bidang Tanah di Kelurahan Mojoroto

Terkait tumpukan sampah, menurut Roni diperlukan kesadaran masyarakat agar mau mengolah sampah. Karenanya, pemkot sudah menerbitkan regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. “Perwali tentang pembatasan plastik itu termasuk upaya kami. Saat ini kami masih sosialisasikan karena harus menunggu 60 hari sampai diberlakukan,” tegasnya tentang Perwali No. 30/2023 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tercemar #limbah #sungai tercemar #sampah