Akibatnya warga yang hendak melintas bingung harus lewat dari mana. Lantaran sisi jalan yang sedang dibangun belum bisa dilintasi.
“PDAM-nya jebol, lalu banjir (air menggenang), nduwur belum bisa dilewati, wong-wong bingung,” katanya.
Umi menduga, pipa PDAM yang jebol itu disebabkan alat berat yang digunakan untuk proyek. “Airnya banyak sekali seperti hujan deras. Besoknya baru dibenahi,” jelasnya.
Masalah tersebut sudah diselesaikan. Itu setelah berkoordinasi dengan pihak PDAM. Joe, petugas proyek dari CV Amanda, menduga bocornya pipa PDAM letaknya yang menurutnya dangkal. “Sudah kita atasi langsung,” terangnya saat dihubungi wartawan koran ini.
Menurutnya, bocornya pipa PDAM tidak menghambat pengerjaan proyek pelebaran jalan. Bahkan dia mengungkapkan, masalah itu sudah bisa diatasi kurang lebih satu jam kemudian. “Kita selalu perhatikan daerah-daerah yang rawan,” akunya.
Sementara, terkait progres pengerjaan pelebaran jalan pihaknya mengaku optimis bisa menyelesaikan pada akhir Juli nanti. Kemudian, Joe menyatakan saat ini progres pengerjaan proyek secara keseluruhan sudah berlangsung kurang lebih 25 persen. Di sisi lain, progresnya sudah berjalan lebih cepat sebanyak 16 persen. “Saat ini tahap peningkatan jalan. Progresnya +16 persen,” jelasnya.
Warga sekitar pun berharap pengerjaan pelebaran jalan segera selesai. Hal itu pun sempat diungkapkan Umi yang rumahnya berdekatan dengan lokasi proyek. “Semoga cepat selesai. Supaya gampang kalau mau ke mana-mana,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah