Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usung Kediri Berbudaya, Mas Dhito Ajak Masyarakat Merawat Seni dan Tradisi

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 27 Maret 2023 | 19:03 WIB
Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa memakai busana khas Kediri. (Foto: Pemkab Kediri For JPRK)
Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa memakai busana khas Kediri. (Foto: Pemkab Kediri For JPRK)
Kediri Berbudaya yang di-launching dalam peringatan Hari Jadi ke-1219 memiliki makna yang luas. Tagline itu bukan sekadar ajakan untuk merawat budaya, seni, dan tradisi Kediri. Melainkan, juga membawa semangat perombakan berbagai budaya yang menghambat laju pembangunan. Termasuk budaya sektoral ASN.

Kediri Berbudaya menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito muncul setelah melihat fenomena mulai terkikisnya kebudayaan Kediri di kalangan masyarakat. Keberadaan infrastruktur seperti bandara dan jalan tol dikhawatirkan akan membuat budaya masyarakat terkikis dan hilang. “Itu yang kami antisipasi. Makanya lewat Kediri Berbudaya ini kami mengingatkan masyarakat untuk sama-sama merawat budaya, seni, dan tradisi Kediri,” tuturnya.

Di saat yang sama, Mas Dhito memaknai Kediri Berbudaya dengan sangat luas. “Konsep berbudaya dalam Kediri Berbudaya juga bisa diartikan mengubah konsep budaya tentang hal salah yang dianggap biasa dan yang benar dianggap salah. Jadi memang luas. General sekali,” lanjutnya.

Pria yang tengah menunggu kelahiran anak keduanya ini mencontohkan, selain mengusung semangat pelestarian budaya, Pemkab Kediri juga mulai mengubah budaya ASN yang terbiasa bekerja sektoral. Kebiasaan yang sudah menjadi budaya itu akan diubah oleh tim lintas sektor.

Tim yang beranggotakan sekitar 80 PNS eselon III dan IV itu diambil dari semua organisasi perangkat daerah (OPD). Para pegawai yang merupakan lulusan dari sejumlah perguruan tinggi  kenamaan, hingga peraih indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude itu akan diminta menyelesaikan berbagai permasalahan. Mulai masalah sampah, dampak bandara, jalan rusak, dan masalah-masalah lain.

Meski berasal dari banyak OPD, para ASN itu tidak boleh lagi berpikir sektoral. Melainkan harus menyelesaikan masalah yang dibebankan secara bersama-sama. “Mereka harus mengubah budaya ego sektoral yang masih terjadi. Kalau bukan kewenangan saya, kenapa dikerjakan. Itu tidak bolehh lagi terjadi,” tegasnya.

Jika budaya sektoral di kalangan ASN ini bisa diubah, bupati muda itu optimistis pembangunan di Kabupaten Kediri akan kian melesat. “Tugas tim lintas sektor untuk mengikis ego sektoral di semua OPD agar para pegawai bisa bersatu menyelesaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Kediri,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#seputar kediri #kediri viral #info kediri #hari ulang tahun kota kediri #kediri news