Harga tanah di beberapa desa yang terlewati proyek tol Kediri-Tulungagung pun terkerek naik. Seperti yang terjadi di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Harga tanah di desa itu mengalami kenaikan setelah ada perusahaan yang memborong kebun milik warga.
“Sekarang harga tanah di desa ini naik berkali lipat. Satu ru (setara 14 meter persegi, Red) sekarang dihargai Rp 8 juta,” terang Rian, 47, salah seorang warga yang lahannya terkena proyek tol tersebut.
Rian menambahkan, harga tanah di desanya naik karena imbas pembangunan bandara. Dulu, sebelum bandara dibangun, harganya tidak sampai Rp 1 juta per ru. Tapi dengan adanya perkembangan pembangunan, ia menegaskan warga desanya tidak akan menjual tanahnya dengan harga seperti itu lagi. Apalagi yang nanti paling banyak terkena proyek tol adalah lahan kebun.
“Yang kena rata-rata adalah tanah untuk berladang,” bebernya.
Rian sebenarnya masih ragu bila tanah perkebunan di desanya akan beralih fungsi menjadi tol. Dia masih bertanya terkait adanya penambahan patok di dekat rumah yang ditempatinya. Selain ada balok warna kuning, ada pula patok dari bambu yang diberi warna merah.
“Patok bambu cat merah ini baru dua hari lalu (Jumat, 20/1, Red) dipasang,” bebernya.
Rasa penasarannya itu sempat dia tanyakan ke petugas yang memasang patok. Namun sayangnya, mereka tidak bisa memberi penjelasan. Para pekerja itu berdalih hanya bertugas memasang patok. Ia hanya mendapat kabar bila nanti, pada Selasa (24/1) akan ada musyawarah terkait dengan pembangunan tol tersebut.
Diberitakan sebelumnya, pemasangan patok bambu diberi cat merah itu dibenarkan Camat Banyakan Hari Utomo. Setelah menyelesaikan pemasangan patok di Desa Manyaran, mereka akan melanjutkan ke Desa Tiron. Hari menyebutkan, dua desa itu akan menjadi prioritas pembangunan tol Kediri-Tulungagung.
Apa yang disampaikan Hari diperkuat Sekretaris Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri Sapto Warsi. Bahwa yang memasang patok bambu itu adalah dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur. Tim Pembebasan Tanah (TPT) Tol Kediri-Tulungagung Eko Siwanto juga membenarkan adanya percepatan pembangunan di Desa Manyaran dan Desa Tiron.
Sosialisasi untuk pemberitahuan inventarisasi dan identifikasi data fisiknya serta data yuridisnya akan dilaksanakan Selasa (24/1). Nantinya satuan tugas (satgas) A dan satgas B akan melakukan pengumpulan dan pengukuran. Datanya akan menjadi dasar bagi appraisal.
“Untuk harga, nanti tim penilai (appraisal, Red) yang mengeluarkannya,” kata Eko.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah