Pantauan koran ini sedikitnya ada dua rumah yang mulai dibongkar. Di saat yang sama, warga juga menyiapkan material bangunan untuk renovasi rumah. Salah satu warga yang bersiap membongkar rumahnya adalah Sukandri, 57. Pria yang rambutnya sudah mulai memutih itu mengaku punya waktu tiga bulan sejak awal Januari ini untuk renovasi. “Kemungkinan saya pakai tukang yang sama dengan warga lainnya. Jadi sekarang harus mengantre,” ujarnya.
Dalam jangka waktu tersebut, Sukandri dan warga desa lainnya sudah harus selesai membongkar rumahnya. Dia harus menyesuaikan bangunan karena teras rumahnya terkepras. Meski demikian, jarak pelebaran jalan dengan kamar depannya sangat dekat. Karenanya, dia tetap harus merenovasi rumah.
Dengan dibangunnya Jembatan Mrican, Sukandri sekaligus membuat desain baru rumahnya. Dia berencana membuka warung di sana. “Ruang tamunya saya ubah jadi tempat berjualan,” terangnya.
Beberapa tetangganya yang lain menurut Sukandri membuat konsep bangunan yang berbeda. Warga yang bagian depan rumahnya terkepras harus menambah bangunan di bagian belakang. “(Bangunannya, Red) berbeda-beda,” jelasnya.
Sementara itu, penggalian kuburan di area masjid Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo masih terus berlangsung. Dari sepuluh makam yang bakal dipindah, penggali baru menemukan enam kerangka. Roni, 55, salah satu ahli waris mengaku pekerja sudah menggali dua kuburan lainnya tetapi mereka tidak menemukan kerangka di sana. “Keduanya makam yang sudah berusia di atas 50 tahun,” katanya.
Belum ditemukan kerangka dari dua makam yang sudah berusia puluhan tahun itu menurut Roni karena adanya perubahan tanah makam. Dulu, tanah makam itu sempat diberi material tanah tambahan. Sehingga penggaliannya kini menjadi lebih dalam. Posisi nisan dua makam tersebut diduga sudah berubah. Hal itulah yang menyulitkan pencarian kerangka.
Salah satu dari kerangka yang terus dicari adalah kerangka almarhum Dimyati. Hingga kemarin para penggali harus memperlebar galian. Selain pencarian kerangka Dimyati, pekerja masih harus menggali empat makam lainnya.
Untuk diketahui, sebelumnya sempat beredar kabar akan adanya jenazah utuh di makam tua tersebut. Ditanya tentang temuan itu, menurut Roni hanyalah kabar hoax. Sebab, pekerja hanya menemukan kerangka. Hanya saja, kain kafannya masih utuh. “Jadi kain kafannya ditambah lagi,” jelas Roni. Editor : Anwar Bahar Basalamah