Salah satu titik jalan rusak itu ada di depan rumah Zakiyah. Lelaki berusia 74 tahun itu menyebut kubangan sudah banyak memakan korban. Sebagian harus dilarikan ke rumah sakit setelah terjerembab di sana.
“Pengendara yang lewat sini biasanya ngebut karena jalannya lurus,” kata lelaki yang rambutnya sudah memutih itu tentang awal penyebab kecelakaan. Dalam kondisi hujan dan malam hari, lubang jalan tertutup air sehingga susah dilihat.
Saat itulah kecelakaan sering terjadi di sana. Terutama, pengendara yang melintas dari arah utara ke selatan atau dari arah Kota Kediri ke Tulungagung.
“Dalam satu malam bisa ada tiga kali kejadian (kecelakaan, Red) lho,” terang warga Desa Mondo, Mojo tersebut.
Melihat banyak kecelakaan di sana, warga beberapa kali memperbaiki jalan. Mulai dengan memplester semen, hingga memasang paving di sana. Tetapi, hal tersebut tetap tidak membawa banyak perubahan.
Imam Tauhid, 43, warga setempat menambahkan, upaya warga memperbaiki jalan sia-sia karena kendaraan yang melintas banyak yang muatannya berat. “Sebenarnya sempat diaspal, tapi tidak lama berlubang lagi,” paparnya.
Imam menjelaskan, di desanya ada empat titik jalan berlubang yang membahayakan pengendara. Tidak ingin jatuh korban lagi, Imam bersama dengan warga lainnya dari RT 01 memberi peringatan kepada warga yang melintas di jalan tersebut.
Warga memasang banner berukuran 2x3 meter di tepi jalan yang berlubang. Banner bertuliskan “Awas Kolam Pemancingan RT 01. Hati-hati,” itu cukup menarik perhatian. Bukan hanya karena ukurannya yang relatif besar. Melainkan, tulisan berwarna hitam berlatar putih itu juga terlihat mencolok.
Keberadaan banner itu diakui Imam sebagai bentuk protes. Selain mengingatkan pengendara, dia berharap dengan adanya banner itu kerusakan jalan akan segera diperbaiki. Sehingga, tidak ada lagi pemotor yang terluka karena terjatuh di sana. “Sudah ada yang meninggal dunia,” sesal Imam.
Hal tersebut terjadi setelah pengendara motor yang jatuh karena terperosok lubang langsung ditabrak mobil dari arah berlawanan. “Kami tidak ingin jalan raya di Desa Mondo, Mojo menyumbang angka kecelakaan tinggi di Kabupaten Kediri,” urainya.
Terkait dengan hal tersebut, Camat Mojo Heru Setiawan mengaku akan mengecek lokasi jalan yang dimaksud. “Segera kami koordinasikan ke dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR),” janjinya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Irwan Candra Wahyu Purnama mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. “Besok (hari ini, Red) akan kami tambal lubangnya,” papar pria berkacamata itu kepada Jawa Pos Radar Kediri. Editor : Anwar Bahar Basalamah