Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gus Ma’mun Siap ‘Bangun’ RS secara Bertahap

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 14 November 2022 | 17:17 WIB
BERI SELAMAT: Sejumlah kiai memeluk Gus Ma’mun yang Sabtu (12/11) lalu kembali terpilih sebagai ketua PCNU Kabupaten Kediri. (Foto: Humas Konfercap NU)
BERI SELAMAT: Sejumlah kiai memeluk Gus Ma’mun yang Sabtu (12/11) lalu kembali terpilih sebagai ketua PCNU Kabupaten Kediri. (Foto: Humas Konfercap NU)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Muhammad Ma’mun atau akrab disapa Gus Ma’mun kembali menakhodai PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Kediri. Ini setelah dalam Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke XI di Ponpes Sirojul Ulum Semanding, Desa Tertek, Kecamatan Pare itu, dia kembali terpilih. Salah satu pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso ini mengaku siap mewujudkan tantangan terberat untuk membangun rumah sakit (RS).

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Gus Ma’mun menjelaskan, pembangunan rumah sakit bukanlah hal yang mudah. “Dibutuhkan tanah, sumber daya manusia, hingga proses perizinan untuk mewujudkannya,” katanya.

Karenanya, pendirian RS butuh waktu yang sangat panjang. Meski demikian, poin penting dari program ini adalah pelayanan kesehatan bagi warga nahdliyin yang harus jadi prioritas. “Yang paling memungkinkan adalah dilaksanakan secara bertahap. Di mulai dari bawah, bikin klinik setelah itu baru rumah sakit,” jelasnya.

Karena itu, untuk mempersiapkan pelayanan kesehatan itu NU Kabupaten Kediri sudah menyediakan ambulans di tingkat ranting. Menurutnya, itu menjadi salah satu upaya untuk melayani warga Nahdliyin di bidang kesehatan.

Di periode kedua ini, Gus Ma’mun menyebut ada banyak tantangan bagi pengurus. Pembangunan wilayah yang semakin maju otomatis akan berdampak pada perubahan sosial. Karena itu, NU Kabupaten Kediri akan mengambil peran untuk mencegah problem sosial di Kabupaten Kediri. Salah satu yang perlu diperkuat adalah sinergitas dengan lembaga lain.

Untuk diketahui, Konfercab NU yang berlangsung sejak jumat (11/11) berakhir Sabtu (12/11). Terpilihnya Gus Ma’mun untuk kali kedua, sedikit berbeda dengan periode sebelumnya. Saat pemilihan, ada sembilan nama yang muncul diusulkan ranting dan majelis wakil cabang (MWC).

Gus Ma’mun berada di urutan tertinggi dengan 327 suara. Diikuti Khoirul Basyar 45 suara, dan Nur Baedah sebanyak 42 suara. Kemudian Basyarudin dan Maksum yang masing-masing mendapat dua suara. Adapun empat kandidat masing-masing mendapat satu suara. Mereka adalah Abdurahman, Maimun, Nur, dan Abi Musa.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kediri yang semula dijabat oleh Kiai Busyro Karim Abdul Mughni kini beralih ke Kiai Abdul Nasir Badrus. Sebelum penetapan sebagai Rais Syuriah, Kiai Abdul Nasir Badrus ini sempat masuk sebagai anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Ia mendapat suara terbanyak dengan 386 suara. Selanjutnya nama anggota AHWA lainnya adalah Kiai Nurul Huda dengan 303 suara, Kiai Khafid Ghozali 302 suara, Kiai Busyro Karim 238 suara, dan Kiai Muhammad Chotib hanya 198 suara.

Penetapan Syuriah ini bukan dari jumlah suara ketika pemilihan anggota AHWA. Melainkan hasil musyawarah semua anggota AHWA yang kemudian menjadikan Kiai Abdul Nasir sebagai Rais Syuriah. “Ini juga hadiah ulang tahun beliau yang ke-64,” beber Humas Konfercab NU Kabupaten Kediri XI Imam Mubarok. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #konfercab nu #kediri #kabar kediri terkini #nahdlatul ulama #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #Gus Ma’mun #kediri lagi #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news