Panjangnya mencapai 131,68 kilometer (km). Perbaikan di Kediri Raya panjangnya sekitar 10 kilometer. Hingga kemarin (1/11), pekerjaan preservasi sudah sampai di Gampengrejo. Sebelumnya, perbaikan juga dilakukan di Kecamatan Papar. Lokasinya di spot-spot tertentu.
“Kalau jalannya baru diperbaiki tahun lalu maka tidak akan dikerjakan. Kami hanya perbaiki yang bergelombang (rusak, Red),” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jawa Timur Satiya Wardhana.
Adapun jalan yang baru saja selesai dibangun seperti di Papar bagian bahu jalannya diberikan material, seperti pasir dan kerikil. Dia memastikan, material tersebut bukan untuk memperlebar tetapi berfungsi membuat bahu jalan tidak terlalu tinggi.
“Untuk preservasi jalan ini ditargetkan selesai bulan ini (November),” ujarnya. Sebagian jalan yang selesai diperbaiki tinggal diberi marka garis kuning.
Sheviana, 20, pengendara motor asal Gondang yang bekerja di Kediri, kerap melintas di jalan nasional dari Gampengrejo menuju ke Kertosono. Dia biasa lewat Papar dan Purwoasri. Menurutnya, perbaikan jalan kali ini lebih baik dari sebelumnya. “Dulu jalannya diperbaiki tapi hanya ditambal,” ungkapnya.
Akibat penambalan itu jalan menjadi tinggi sebelah. Karena itu bergelombang. Kondisinya sangat parah di perempatan traffic light. Satiya berharap, perbaikan jalan bisa membuat pengguna kendaraan lebih nyaman.
Pantauan koran ini, perbaikan jalan di Gampengrejo dilakukan sejak pagi. Karena dikerjakan satu sisi, akses padat kendaraan ini menjadi macet. Arus lalu lintas tersendat agak lama saat jam aktif kerja. Yakni pagi dan sore. Namun, kemacetan akibat perbaikan jalan ini tidak lebih dari satu kilometer. Editor : Anwar Bahar Basalamah