Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awas, Beredar Hoax Obat Sirup Anak

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 24 Oktober 2022 | 22:28 WIB
WASPADA: Produk obat cair dalam kemasan botol merek Termorex yang jadi salah satu obat yang disebut BPOM mengandung EG. (Foto: Rekian For JPRK)
WASPADA: Produk obat cair dalam kemasan botol merek Termorex yang jadi salah satu obat yang disebut BPOM mengandung EG. (Foto: Rekian For JPRK)
KABUPATEN, JP Radar Kediri– Kementerian kesehatan belum mencabut larangan memberi resep serta menjual obat cair (sirup) untuk anak. Hingga kemarin, belum ada jenis obat spesifik yang diduga menjadi penyebab gangguan ginjal akut tersebut.

Setelah pemerintah menetapkan larangan itu beredar informasi keliru yang diedarkan lewat pesan berantai WhatsApp (WA). Seperti yang diterima wartawan koran ini dari grup WhatsApp dalam bentuk screenshot.

Dalam pesan bergambar itu ditulis caption: daftar obat-obatan yang ditemukan BPOM sebagai obat yang merusak organ tubuh (ginjal dll). Harap tidak konsumsi lagi.

Ada 29 obat dari beberapa merek yang sudah terkenal. Seperti Bodrexin, Konidin, Mylanta, OBH, Polysilane, Promag, Tempra, Termorex, Panadol, Antimo, Combantrin, Komix, Siladex, Woods, Bisolvon, Nellco, Vicks dan Actifed. “Informasinya tidak benar. Hoax,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib saat diberitahu tentang daftar obat yang beredar di media sosial.

Daftar obat yang dikirim lewat pesan berantai itu sangat komplet. Dari 29 jenis yang sudah tersebar, ada tujuh sirup botol kaca, enam sachet, dan 17 lainnya adalah botol plastik.

Khotib pun meminta masyarakat tidak panik dan tidak begitu saja percaya dengan informasi yang beredar lewat media sosial. Apalagi dikirim melalui pesan berantai tanpa ada sumber yang jelas.

Hingga saat ini, ia menyebut, dinas kesehatan masih mengikuti keterangan terakhir dari BPOM terkait dengan pengawasan terhadap sirup obat yang diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Hasil sampling dari pengujian terhadap 26 sirup obat yang menunjukkan adanya kandungan cemaran EG yang melebihi ambang batas terdapat pada lima produk. Pertama adalah Termorex sirup obat demam yang diedar lewat kemasan dus dan botol plastik 60 mililiter per botol. Selanjutnya, adalah Flurin DMP Sirup untuk obat batuk dan flu juga diedar dus, botol plastik 60 mililiter per botol.

Unibebi Cough Sirup untuk obat batuk dan flu diedar dalam bentuk dus dengan isi botol plastik 60 mililiter per botol. Selanjutnya juga Unibebi demam sirup jadi obat demam dijual dalm kemasan dus berisi 60 mililiter per dus. Dan terakhir adalah Unibebi demam drops untuk demam diedar dalam bentuk dus tapi isinya lebih sedikit hanya 15 mililiter per botol.

“Sementara masih itu (5 produk mengandung EG, Red),” ungkap Khotib. Ia berharap, masyarakat tetap waspada dan bisa menyaring semua informasi yang beredar. Termasuk yang tidak jelas narasumbernya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#info kabar kediri raya #radar kediri #kediri hari ini #seputar info kediri #berita viral #info kabar kediri #kediri raya #seputar berita kediri #seputar info kediri terbaru #berita viral hari ini #kediri terbaru #kediri lagi #larangan obat sirup #seputar berita raya #berita kediri #sirup #obat sirup #kediri terkini