Hari Ini Mulai ANBK, Diawali SMP Swasta dan Terbuka
Anwar Bahar Basalamah • Senin, 19 September 2022 | 22:04 WIB
KOTA, JP Radar Kediri – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang berlangsung mulai hari ini masih dibayang-bayangi gangguan teknis. Terutama soal jaringan listrik dan selular. Sebab, bila terjadi mati lampu dan sinyal internet lemot, pelaksanaan ANBK bakal terganggu.
Karena itulah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri berharap dua hal itu tak terjadi. Mereka pun berkirim surat ke PLN dan provider internet agar layanan lancar saat pelaksanaan ANBK hari ini.
“Memastikan agar tidak ada mati listrik saat pelaksanaannya nanti,” kata Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Afando Okta Bahar.
Di luar hal itu, persiapan ANBK disebut tak memiliki kendala yang signifikan. Setidaknya bila berkaca hasil simulasi beberapa waktu lalu. Disdik juga telah memastikan kesiapan sarana dan prarasana setiap sekolah
Untuk diketahui, ANBK adalah evaluasi untuk memetakan sistem pendidikan yang ada di setiap daerah. Asesmen ini tidak hanya untuk siswa tapi juga untuk pengajar. Sehingga hasil penilaian bisa terjadi secara menyeluruh.
Pelaksanaan ANBK selama dua hari. Hari ini dan besok giliran untuk SMP swasta dan SMP terbuka. Sedangkan untuk kelompok SMP negeri akan berlangsung mulai Rabu (21/9) dan Kamis (22/9).
Murid yang mengikuti ANBK ini adalah murid yang dipilih secara acak. Melalui suatu metode tertentu mengikuti kaidah statistika. Pemilihan tidak dilakukan oleh sekolah. Melainkan dipilih langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan data yang sudah ada.
Berdasarkan data yang diterima oleh Disdik Kota Kediri, jumlah siswa SMP yang mengikuti ANBK sebanyak 1.360 orang. “Untuk SMP negeri kesepakatannya gelombang dua, yaitu 21 dan 22 September,” ujarnya.
Terpisah, Guru Bimbingan Konseling di SMPN 6 Kota Kediri Budi Pramono mengatakan hari ini di sekolahnya akan dilakukan ANBK untuk murid SMP terbuka. “Ada 45 siswa yang ikut. Akan dibagi menjadi lima ruang, sehingga dalam satu ruang hanya terisi 7 sampai 8 siswa,” paparnya.
Persiapannya, menurut Budi sudah disiapkan sejak simulasi ANBK lalu. Selain itu pihak sekolah menyiapkan jenset jika sewaktu-waktu listriknya mati.
Menurutnya, siswa yang mengikuti ANBK ini adalah siswa yang terpilih berdasarkan acak dari Kemendikbud melalui dapodik. “Sehingga orang tua jangan salah paham jika anaknya tidak diikutkan tes. Karena bukan sekolah yang memilih, dan pilihannya juga tidak berdasarkan akademik, jadi pintar nggak-nya itu tidak pengaruh,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah