Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana mengatakan, kerusakan jembatan yang berdekatan dengan sawah disebabkan beban berat truk pengangkut hasil panen, seperti tebu. Kendaraan ini kerap melintas di atas jembatan tersebut.
“Seperti jembatan di Burengan jadi penghubung antara sawah dengan jalan. Sehingga menjadi jalur keluar masuk truk pengangkut hasil pertanian dari sawah,” ungkapnya.
Sementara, jembatan di Jl Kenanga, Tempurejo merupakan jalur alternatif yang biasa dilewati truk muatan tebu dari luar daerah menuju Kota Kediri. “Dari segi usia, jembatan ini sudah cukup tua, ditandai dengan keroposnya besi penyangga, bahkan salah satu pilarnya patah,” papar Made.
Meruntut awal pembuatannya, jembatan di Tempurejo ini bantuan PG Pesantren. Besi-besi penopang yang digunakan sebelumnya adalah rel untuk kereta api. Dengan perbaikan jembatan ini, dinas PUPR sekaligus melebarkan. Bahan saat ini dinilai lebih kuat memikul beban muatan yang lebih berat dari sebelumnya. “Penopangnya diganti baja,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Made mengatakan, proses pengerjaan jembatan di Burengan sudah selesai. Sedangkan yang di Kelurahan Tempurejo masih proses pengerjaan 40 persen. Menurut jadwal, proses perbaikan jembatan yang masih dilaksanakan ini akan selesai dalam tiga minggu.
“Harapannya, perbaikan jembatan ini bisa membantu petani. Sehingga mereka bisa lebih mudah dalam memobilisasi hasil panennya,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah