Kasus aktif adalah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan maupun isolasi mandiri (isoman). Informasi yang dihimpun koran ini dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menyebut, hingga kemarin perkembangan kasus mencapai 5.812 kejadian.
Yang dinyatakan sembuh sebanyak 5.401 orang. Sedangkan yang meninggal sebanyak 401 orang. Kemudian, yang melakukan perawatan ada sepuluh orang. Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima membenarkan, kasus Covid-19 mulai naik lagi.
Namun, menurutnya, orang-orang yang terkonfirmasi positif kebanyakan dari luar kota meski KTP asli dari Kota Kediri. “Kebanyakan tambahan kasus dari luar kota atau transmisi,” tuturnya.
Tren tambahan kasus tiap harinya, lanjut dokter berkaca mata itu, tidak terlepas dari kecenderungan masyarakat saat ini yang menganggap Covid-19 sudah hilang. Sehingga menjadi abai dan tak mengindahkan protokol kesehatan (prokes).
Padahal, Fauzan mengingatkan, status pandemi belum dicabut World Health Organization (WHO). “Ada kemungkinan kasusnya akan terus bertambah mengingat warga mulai abai prokes,” ujar dokter yang pernah menjabat Plt Direktur RSUD Gambiran ini.
Fauzan menduga, kenaikan kasus yang signifikan dalam dua pekan terakhir ada kaitannya dengan euforia masyarakat merayakan HUT RI. “Benar tidaknya hanya bisa diketahui lewat tracing dan testing,’’ imbuhnya.
Ia menambahkan, dinkes meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Termasuk menggencarkan vaksinasi antikorona dosis ketiga alias booster. “Kami sudah minta ke tiap puskesmas untuk tetap sosialisasi kepada masyarakat terkait penertiban prokes yang masih perlu diperhatikan,” paparnya.
Lebih lanjut, Fauzan menyatakan, pihaknya juga masih gencar melakukan vaksin dosis satu hingga tiga. Lokasinya pun menyebar di pusat perbelanjaan dan gerai vaksin. Itu untuk mengendalikan laju persebaran kasus.
Hingga kemarin, capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Kediri mencapai 127,17 persen. Lalu, vaksin dosis 2 sebesar 116,24 persen. Sementara vaksin booster sebanyak 42,90 persen. Editor : Anwar Bahar Basalamah