Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengadaan Tanah Jalan Akses Jembatan Mrican Agus Sudarmadi, pengumuman penlok bakal disampaikan Senin ini (1/8). “Proses pembebasan lahannya sama dengan jalan tol, proyek strategis nasional (PSN),” terangnya.
Setelah penlok turun, Agus menyebut, akan dilakukan sosialisasi pembebasan lahan. Tahap berikutnya adalah membentuk satuan tugas (satgas) A dan B. Masing-masing punya tugas berbeda. Untuk satgas A nanti yang akan melakukan pengukuran. “Temasuk batas keliling lokasi setiap lahan,” ujarnya.
Adapun satgas B, menurut Agus, nantinya akan mengumpulkan data pihak yang berhak dan pengadaan objek tanah. Itu mulai dari status tanah, identitas pemilik, dan luas tanah. Karena lokasi pembebasan lahan tidak terlalu luas dan ada 51 bidang maka prosesnya tidak terlalu lama.
“Lokasinya hanya di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo,” bebernya. Tahun ini seluruh pembebasan lahan ditargetkan harus selesai. Sementara target jangka waktu pembangunan jembatannya diperkirakan tuntas 2024.
Proyek pembangunan jembatan ini sempat tertunda karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Sempat akan dikerjakan Pemprov Jatim, kontruksi proyek ini nantinya menggunakan anggaran dari pusat.
Hal itu diutarakan Ketua Tim Persiapan Proyek Jembatan Mrican-Jongbiru Sikadi. Dia menyebut bahwa untuk pembebasan lahan dikerjakan pemerintah daerah. Sedangkan pengerjaan kontruksi fisik jembatannya oleh pusat.
“Konsep jembatan seperti Wijaya Kusuma yang menghubungkan (Kecamatan) Mojo dan Ngadiluwih,” ungkapnya. Ada pun anggaran yang disiapkan untuk proyek ini ditaksir mencapai Rp 40 miliar. Editor : Anwar Bahar Basalamah