Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PUPR Kota Kediri Keruk Drainase untuk Cegah Banjir

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 13 Juli 2022 | 18:30 WIB
BUANG SEDIMEN: Satu unit alat berat mengeruk sampah dan pasir di saluran air Jl Dr Saharjo, Kelurahan Campurejo. (Foto: Wahyu Adji)
BUANG SEDIMEN: Satu unit alat berat mengeruk sampah dan pasir di saluran air Jl Dr Saharjo, Kelurahan Campurejo. (Foto: Wahyu Adji)
KOTA, JP Radar Kediri–Masalah genangan air yang masih ditemui di sejumlah titik di musim hujan, agaknya segera teratasi. Setidaknya, Juli ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) melanjutkan pengerukan drainase yang menjadi biang banjir setiap tahun.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pengerukan drainase di antaranya dilakukan di Jl Dr Saharjo, Kelurahan Campurejo. Satu unit alat berat terlihat beroperasi di utara Ponpes Lirboyo. Sedimen yang ada di saluran dengan lebar lebih dari dua meter itu dikeluarkan.

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartikasari mengungkapkan, pengerukan di depan RS Lirboyo dilakukan karena tidak hanya air saja yang meluber saat hujan deras mengguyur daerah tersebut. Melainkan juga sampah yang dibuang di sana. “Makanya kami keruk agar arus air lancar dan tidak mengakibatkan banjir,” katanya tentang aliran air yang berhulu di Kecamatan Semen, Kediri tersebut.

Selain mengeruk saluran, menurut Endang PUPR juga berencana membongkar plat saluran air. Hal tersebut harus dilakukan karena di dalam plat saluran terdapat pilar yang tersumbat sampah. Setelah dibongkar, rencananya PUPR akan mengganti dengan saluran air tanpa pilar.

Untuk diketahui selain pengerukan di Jl Dr Saharjo, pemkot juga akan mengeruk saluran di Jl Singosari, Kelurahan Balowerti. Sama seperti di wilayah barat, di Balowerti juga sering muncul genangan dan air meluber saat hujan.

“Untuk pengerjaan di Jalan Singosari Balowerti, dilakukan perbaikan rehab crossing pada saluran air,” terangnya sembari menyebut aliran air di sana belum terbagi rata. Air yang seharusnya masuk ke dua pintu, hanya bisa mengalir di satu pintu saja. Adapun satu pintu lainnya tidak berfungsi.

Kondisi itulah yang membuat air menumpuk dan meluber ke jalan saat hujan. “Saluran air di Jl Singosari perlu direhab karena air dari arah Dandangan menuju Balowerti, rata-rata berbelok ke arah saluran kecil yang elevasinya lebih rendah,” jelas Endang sembari menyebut air akan diarahkan ke saluran yang lebih besar.

Diakui Endang, dalam pengerjaan saluran air ada beberapa tantangan. Sebab, saluran ada di tengah kota. Mereka harus menghadapi akar pohon, tiang listrik, hingga teras warga yang terlalu menjorok. Meski menghadapi banyak tantangan, perempuan asal Mojoroto ini menargetkan normalisasi saluran selesai akhir Juli.

Untuk memastikan saluran bisa terus berfungsi normal, Endang mengimbau masyarakat mau ikut merawatnya. Caranya, dengan tidak membuang sampah di saluran air. “Masyarakat harus ikut menjaga demi kebaikan bersama. Sampah juga bisa menyangkut di kabel utilitas dan mengakibatkan sumbatan,” tegasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #drainase #saluran air #PUPR #kediri #banjir #berita terbaru #balowerti #Campurejo #kediri lagi #berita kediri #kabar kediri #kediri news