Seperti Nur, 57, penjual soto daging Jongbiru, berharap proyek rehab segera diwujudkan. Menurutnya, jalan desanya akan kembali ramai bila akses yang menghubungkan Jongbiru dengan Mrican dan Banyakan tersambung. “Tidak seperti sekarang, sepi,” ujar perempuan berambut lurus itu.
Dia mengungkapkan, mayoritas warga yang tinggal di tepi jalan dekat jembatan bekerja menjual makanan. Selain soto, juga bakso, mi, dan sate. Di sana juga terkenal sambal tumpang dan pecel. “Warga mendukung Pemkab Kediri segera membangun jembatan,” paparnya.
Hingga kemarin, meski sejumlah warga sudah merelakan pekarangan untuk pelebaran jalan, tetapi masih ada 55 bidang tanah belum dibebaskan. Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Irwan Chandra Wahyu Purnama, pembangunan jembatan ditarget 2023. Karena itu, sebelum proyek dilaksanakan, pemkab harus lebih dulu melakukan pelebaran jalan sebagai penunjang jembatan.
“Untuk penerbitan penlok (penetapan lokasi, Red) ditarget Juli sudah keluar,” ungkapnya. Saat ini, untuk pelebaran jalannya akan dimulai dengan sosialisasi pada warga terdampak. Tahap awal yang dilakukan selain melakukan sosialisasi juga pendataan warga terdampak, kemudian konsultasi publik.
Kebutuhan luas tanah untuk menunjang proyek Jembatan Jongbiru ini 1.560 meter persegi. Irwan berharap, persiapan pembebasan lahan bisa segera tuntas, tepat sasaran dan sesuai aturan berlaku. “Pelebaran jalan ini untuk mempermudah akses masyarakat ketika hendak melintas jembatan,” terangnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah