Sesuai namanya, jalur karakteristik sekolah, para pendaftar harus melakukan unjuk bakat di sekolah yang dituju. Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, mulai Sabtu (28/5). Selain juga mengumpulkan berkas yang divalidasi oleh panitia.
Ketua PPDB se-Kota Kediri Budi Pramono menjelaskan, total peserta di jalur ini mencapai 2.279 orang. Sedangkan jatah yang diterima 792 peserta.
Menurutnya, banyaknya peserta yang mendaftar di jalur ini menjadi tantangan tersendiri. Karena panitia harus mempertimbangkan dua hal dari pendaftar. Bila nilai rapornya kurang, masih bisa dikerek dengan bakat yang ditunjukkan.
Sayangnya, banyak pula yang terlihat terlalu memaksakan diri. “Tapi ada juga bakat yang ditunjukkan ini terlalu memaksa,” tuturnya.
Ia mencontohkan, beberapa peserta sebenarnya tidak mempunyai bakat di bidang menggambar. Tapi, mereka memaksakan menonjolkan itu. Nyatanya, gambaran mereka seperti anak TK.
“Ada juga yang menyanyi asal bernyanyi. Peserta yang seperti itu yang nantinya akan dipertimbangkan lagi kalau ingin meloloskan,” terangnya.
Kecuali, Budi menambahkan, peserta tersebut memiliki rata-rata nilai rapor yang bagus. Sehingga mereka masih punya nilai plus di bidang akademik. Namun, bagi peserta yang nilai rapornya dibawah rata-rata 7 dan menunjukkan bakat yang kurang mengesankan, akan sulit untuk lolos.
“Tapi jangan khawatir, bagi yang tidak lolos, nantinya bisa mendaftar kembali pada jalur zonasi yang akan digelar pada 6-8 Juli nanti,” ujar guru asal Trenggalek ini.
Untuk jalur zonasi, jatah yang diterima lebih banyak dibanding jalur yang lain. Yaitu sekitar 50 persen dari pagu masing-masing sekolah.
Sementara, bagi yang sudah mendaftar jalur karakteristik sekolah pengumuman akan berlangsung Selasa (7/6) depan. Yang lolos bisa langsung melakukan daftar ulang. Bagi yang tidak lolos bisa mempersiapkan berkas lagi untuk jalur zonasi.
Di sisi lain, Ketua PPDB SMPN 3 Kota Kediri Nanik Purwanti mengatakan pada jalur karakteristik sekolah pihaknya lebih mengutamakan prestasi akademik. Selain itu untuk pembobotan nilai, peserta yang sudah pernah mengikuti kejuaraan minimal tingkat provinsi akan mendapat nilai plus. Namun, bagi siswa yang tidak memiliki sertifikat ataupun nilai rapornya dibawah angka 7 maka dipastikan akan tidak lolos.
“Yang daftar sebanyak 251 peserta. Nanti yang keterima hanya sekitar 99 peserta. Siswa yang rapornya di bawah tujuh apalagi tidak memiliki sertifikat ya otomatis tidak lolos,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah