Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Ngadi Siapkan Jembatan Sesek

adi nugroho • Senin, 23 Mei 2022 | 17:43 WIB
warga-ngadi-siapkan-jembatan-sesek
warga-ngadi-siapkan-jembatan-sesek

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Jelang pembangunan Jembatan Ngadi, warga setempat menyiapkan akses darurat. Mereka membangun jembatan sesek sebagai tempat penyeberangan selama proyek berlangsung hingga akhir tahun.


          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, jembatan sesek dibangun sepanjang 45 meter. Jembatan selebar hampir empat meter itu hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.


          Mohammad Wahyudi, 43, perwakilan warga Desa Ngadi mengungkapan, jembatan dibangun bersama-sama oleh warga. “Pembuatan (jembatan sesek, Red) butuh waktu satu minggu,” kata pria yang akrab disapa Tayuk ini.


          Warga yang ikut membangun jembatan adalah pemuda dari Desa Ngadi, Mojo dan pemuda Desa Jeli, Karangrejo, Tulungagung. Total ada 20 orang yang bekerja menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.


          Menurut hitungan warga, jembatan konstruksi bambu itu bisa menahan beban hingga 60 orang dengan estimasi berat 50 kilogram per orang. Selebihnya, jembatan juga bisa menahan kekuatan lebih dari 33 ton.


          Tayuk menjelaskan, pada 2017 lalu warga juga sempat membangun jembatan sesek. Yakni, saat Jembatan Ngadi ambrol dan belum diganti jembatan bailey. “Jembatan (sesek, Red) ini lebih kuat dibanding yang 2017 dulu,” terangnya.


          Jembatan yang dibangun lima tahun lalu menurut Tayuk hanya bisa bertahan sekitar empat bulan. Adapun jembatan yang dibangun tahun ini diperkirakan bisa bertahan hingga enam bulan. Sebab, ada penguat tiang pancang di bagian tengahnya.


Bahkan, saat dilewati sepeda motor menurutnya juga tidak bergoyang. Bagaimana jika terjadi luapan sungai Brantas? Tayuk hanya bisa berharap hal itu tidak terjadi. Alasannya, sebentar lagi sudah musim kemarau. Kalaupun debit air tetap naik, menurutnya warga akan berupaya agar tidak ada penumpukan material dari Gunung Wilis.


          “Nanti akan ada 20 orang yang berjaga secara bergantian,” beber Tayuk. Tugas mereka tidak hanya memantau kondisi jembatan. Melainkan juga mengingatkan saat debit air sungai meningkat. Dia juga memastikan jembatan akan dijaga selama 24 jam.


          Terpisah, Imam Ahmadi, 47, warga setempat menambahkan, jembatan sengaja dibuat untuk memudahkan akses warga. Baik dari Desa Jeli dan Desa Ngadi. Jembatan sekaligus akan jadi jalur alternatif warga dua desa. “Warga Ngadi banyak yang sekolah di Tulungagung. Sedangkan warga Jeli juga banyak yang mondok (pondok pesantren, Red) di Mojo,” akunya.


          Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama belum bisa memastikan waktu pembongkaran jembatan bailey. Dia hanya menyebut pengerjaan jembatan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kalau pekerjaan akan dimulai, akan ada pengalihan arus lalu lintas,” paparnya. (rq/ut)


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #info kediri #info terkini #pembangunan jembatan #berita kediri #jembatan ngadi