KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ambruknya Jembatan Mojo pada Februari 2017 lalu agaknya jadi pelajaran bagi Pemkab Kediri. Dalam pembangunan jembatan baru tahun ini, mereka akan memperkuat fondasi dan menambah panjang jembatan hampir separo.
Untuk diketahui, panjang Jembatan Mojo lama hanya sekitar 23 meter. Tetapi dalam konstruksi baru nanti akan dibangun jauh lebih panjang. “Jembatan baru nanti panjangnya 40 meter untuk menunjang jalan agar tidak terlalu sempit,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Candra melalui Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan Yudit Praminata.
Lebih lanjut Yudit menjelaskan, pihaknya sengaja menambah panjang jembatan sekaligus agar fondasi jembatan lebih kuat. Sedikitnya ada sepanjang 10 meter jembatan yang akan jadi satu dengan eksisting jalan. Dengan demikian, beban jembatan tidak lagi terlalu berat.
Dengan perencanaan tersebut, Yudit menjelaskan, konstruksi jembatan baru nanti akan memakan jalan di Kabupaten Kediri. “Agak masuk (ke jalan, Red) karena jembatannya memang lebih panjang,” terang Yudit
Meski ada ruas jalan di Kabupaten Kediri yang terpakai untuk jembatan, Yudit memastikan hal tersebut tidak terjadi untuk wilayah Tulungagung. Akses keluar jembatan di Desa Jeli, Karangrejo menurutnya akan tetap sama. Tidak ada penambahan di bagian jalannya.
Seperti diberitakan, rencana pembangunan jembatan yang dianggarkan Rp 10,5 miliar itu tengah diproses lelangnya di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) pemkab Kediri. Diperkirakan lelang akan selesai April nanti. Setelah itu, proyek fisik bisa segera dimulai.
Dengan konstruksi yang baru, Yudit optimistis jembatan akan lebih kuat menopang beban. Termasuk sejumlah kendaraan besar yang biasa melewati jalur Kediri-Tulungagung tersebut.
Untuk diketahui, Jembatan Mojo merupakan akses penting untuk menuju ke Tulungagung. Meski bukan akses utama seperti jalur Kras-Tulungagung, jalur di wilayah barat sungai itu ramai dilewati kendaraan antarkabupaten. Terutama warga yang hendak menuju ke Tulungagung bagian barat, Trenggalek dan Pacitan.
Pendengara yang tidak ingin melewati Kota Tulungagung, memilih langsung lewat Mojo. Pertimbangannya, jalur tersebut lebih sepi dan lebih pendek. Sayangnya, lalu lintas kendaraan terhambat setelah jembatan ambruk pada Februari 2017 silam.
Sejak saat itu, pemkab mengganti dengan jembatan bailey agar bisa dilewati. Selama beberapa bulan terakhir, truk sudah tidak bisa lagi melewati ruas tersebut. Melainkan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat lainnya. (syi/ut)
Editor : adi nugroho