Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kelenteng Poo San Sie Kertosono Tak Rayakan Imlek

adi nugroho • Senin, 31 Januari 2022 | 18:21 WIB
kelenteng-poo-san-sie-kertosono-tak-rayakan-imlek
kelenteng-poo-san-sie-kertosono-tak-rayakan-imlek


KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Poo San Sie Kertosono tidak akan menggelar perayaan Imlek. Karena saat ini, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Sehingga, dikhawatirkan jika menggelar perayaan Imlek akan menimbulkan kerumunan yang bisa menjadi klaster penularan Covid-19. “Tahun ini kami tidak akan merayakan Imlek di Kelenteng Poo San Sie,” ujar Hendro Sugiarto, salah satu pengurus TITD Poo San Sie Kertosono saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin siang.


Berdasarkan pantauan koran ini, tidak ada aktivitas mencolok di kelenteng yang terletak di jalan Letnan Jenderal Suprapto 27 Desa Kudu, Kertosono tersebut. Bahkan, ritual memandikan patung-patung dewa yang biasanya dilakukan menjelang perayaan Imlek pun tidak dilakukan.


Menurut Hendro, tidak adanya kegiatan tersebut memang telah menjadi keputusan bersama para pengurus setempat. Tidak seperti tahun lalu. Meskipun sama-sama tidak mengadakan perayaan Imlek, namun tahun lalu pihaknya masih melakukan ritual memandikan patung dewa. “Tahun ini tidak ada. Hanya bersih-bersih rutin saja,” ujarnya.


Padahal, jauh sebelum pandemi melanda, perayaan Imlek di sana selalu menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu. Baik dari umat setempat maupun dari luar. Pasalnya, umat yang biasa sembahyang di sana tidak hanya dari sekitar Kertosono saja.


Banyak juga umat yang sengaja datang dari luar kota untuk bersembahyang dan merayakan Imlek di kelenteng tersebut. Dulunya, umat di sana bisa mencapai sekitar 200 orang. “Dulu ya ramai. Ada perayaan dan penampilan barongsai juga,” kenang Hendro.


Meskipun tidak mengadakan sembahyang tetapi Hendro mengatakan bahwa tetap ada beberapa umat yang datang ke sana. Hanya saja, jumlahnya tidak banyak. Sekitar 5-10 orang saja. “Pandemi ini paling ya hanya beberapa saja,” ujarnya.


Namun begitu, dia mengaku bahwa kondisi tersebut tidak akan mengurangi makna perayaan Imlek itu sendiri. Pasalnya, Hendro meyakini bahwa ibadah dapat dilakukan di mana saja. “Tergantung hati dan kepercayaan masing-masing umat. Sejatinya ibadah bisa di mana saja,” pungkasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk #imlek