Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puting Beliung Mengintai Kota Angin

adi nugroho • Senin, 8 November 2021 | 20:53 WIB
puting-beliung-mengintai-kota-angin
puting-beliung-mengintai-kota-angin


Warga Kota Angin harus waspada. Karena saat ini musim penghujan telah tiba. Di akhir bulan lalu, hujan disertai angin puting beliung menghancurkan Kafe Metro di Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo. Akibatnya, kafe hancur. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Dipekirakan, puting beliung masih mengancam Kabupaten Nganjuk di bulan ini.


“Puting beliung masih berpotensi terjadi di bulan ini,” ujar  Plt Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto. Karena itu, warga harus ekstrawaspada saat mendung dan hujan turun. Karena potensi puting beliung masih ada.


Apalagi, Kabupaten Nganjuk terkenal dengan sebutan Kota Angin. Itu artinya, angin di Nganjuk bertiup lebih kencang dibandingkan daerah lain. Bahkan, saat ini, kecepatan angin saat hujan bisa merobohkan pohon. “Bisa mencapai 30 kilometer per jam kecepatan angin di Nganjuk,” ujar Harto. 


Agar tidak menjadi korban puting beliung, pria asli Nganjuk ini meminta warga berhati-hati saat melihat awan gelap. Hal itu menjadi salah satu tanda puting beliung bisa muncul. Jika awan hitam mulai muncul sebaiknya mencari tempat berteduh yang aman. Jangan di bawah pohon. Karena rawan tertimpa pohon.


Selain rawan puting beliung menerjang, Harto mengingatkan petani untuk tidak memaksa di sawah jika hujan turun. Karena hujan di Kota Angin akan disertai petir. Ini sangat berbahaya. Petani bisa tersambar petir. “Jangan di tanah lapang saat hujan. Lebih baik pulang ke rumah,”pintanya.


Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, hampir setiap hari, hujan di Kota Angin terjadi. Biasanya hujan turun pada siang hingga malam hari. Hal itu mulai membuat warga mulai khawatir. “Takut ada puting beliung,” ungkap Nurhamsyah, 30, warga Sukomoro.


Karena itu, Nurhamsyah memilih untuk tidak keluar rumah jika hujan turun. Sebab, ada beberapa kasus pohon tumbang dan menimpa warga yang mengendarai motor. “Lebih baik berhenti saja jika hujan,” pungkasnya.

Editor : adi nugroho
#cuaca #kabar nganjuk #radar nganjuk