Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

TRAL Nganjuk Punya Banyak Masalah, Apa Saja?

adi nugroho • Senin, 7 Juni 2021 | 19:42 WIB
tral-nganjuk-punya-banyak-masalah-apa-saja
tral-nganjuk-punya-banyak-masalah-apa-saja

NGANJUK, Radar Nganjuk- Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) memiliki banyak masalah. Taman rekreasi di Jalan Anjuk Ladang No 12 Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk ini sangat sepi pengunjung. Padahal, TRAL merupakan salah satu tempat wisata yang dikelola Pemkab Nganjuk dan menjadi andalan untuk sumber pendapatan asli daerah (PAD).  Selain TRAL, Pemkab Nganjuk juga memiliki objek wisata yaitu Air Terjun Sedudo, Air Merambat Roro Kuning, Gua Margo Trisno, dan Kolam Renang Sri Tanjung.


Berdasarkan, pengamatan wartawan koran ini, pengunjung TRAL bisa dihitung dengan jari setiap hari. Bahkan, hari Minggu atau hari libur yang biasanya orang-orang banyak berwisata, TRAL juga tidak diminati. “Hanya puluhan orang saja yang berwisata di TRAL saat hari Minggu atau hari libur,” ungkap Yuna, salah satu penjaga loket.


Akibatnya, karcis masuk TRAL di loket masih tumpukan. Petugas di sana, lebih sering nganggur daripada melayani pengunjung yang membeli tiket. Agar tidak bosan atau mengantuk, penjaga loket memilih menghabiskan waktu dengan bermain smartphone. “Sepi sekali. Malah pernah sehari itu tidak ada pengunjung,” ujar Yuna.


Sebenarnya, jika melihat harga tiket masuk (HTM) TRAL, sudah sangat murah. Untuk hari biasa, pengunjung dewasa hanya dikenakan tiket  Rp 5.500/orang . Sedangkan, anak-anak lebih murah, yaitu Rp 3.500. Sedangkan, saat hari libur nasional tiket untuk dewasa Rp 8.000 dan anak-anak Rp 5 ribu. Dengan satu lembar tiket tersebut, pengunjung bisa bermain wahana sepuasnya di TRAL, seperti ayunan, perosotan, jumpitan, outbound, dan rumah bola. Namun, jika ingin berenang di kolam renang anak, di hari biasa, pengunjung wajib membayar Rp 5 ribu untuk dewasa. Sedangkan anak-anak Rp 4 ribu. Untuk hari libur nasional, harga tiket berenang lebih mahal, yaitu Rp 7.500 untuk dewasa dan Rp 6 ribu untuk anak-anak. Loket berenang tersedia di dekat kolam renang.


Yuna, penjaga loket mengatakan, pendapatan TRAL dari tiket masuk sejak diizinkannya buka saat pandemi Covid-19 masih sangat sedikit. Hari biasa rata-rata hanya 10 tiket terjual atau sekitar Rp 50 ribu/hari. Sedangkan, saat weekend hanya sekitar 50 lembar tiket atau mendapat uang sekitar Rp 400 ribu/hari.  


Sementara itu, Lutfi, 11, warga Kabupaten Nganjuk mengaku enggan berwisata di TRAL karena wahana permainan dan kolam renang yang kurang layak. Dia lebih memilih berwisata atau berenang di kolam renang yang dikelola swasta. “Paling sebulan sekali saja renang di TRAL sama teman-teman,” ujarnya.


Sepinya pengunjung TRAL tersebut diakui Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo.  Adanya kebijakan pemerintah yang melakukan buka tutup tempat wisata saat pandemi Covid-19 sangat berpengaruh pada pengunjung TRAL.  “Orang jadi ragu-ragu mau berwisata di TRAL. Khawatir sudah jauh-jauh datang ternyata tutup,” ujar Gunawan.


Karena itulah, Gunawan mengaku tidak yakin apakah target PAD sebesar Rp 500 juta dari TRAL di tahun ini bisa terpenuhi atau tidak. Karena kebijakan buka tutup tempat wisata masih melihat kondisi pandemi Covid-19.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk