Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Wajib Pasang Daftar Harga

adi nugroho • Sabtu, 22 Mei 2021 | 20:30 WIB
pedagang-wajib-pasang-daftar-harga
pedagang-wajib-pasang-daftar-harga



KOTA, JP Radar Kediri – Menghindari kecurangan oknum pedagang yang membanderol mahal harga nasi pecel Jalan Dhoho. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri akhirnya mengimbau para pedagang nasi pecel itu memberi daftar harga menu.



Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Kediri Anik Sumartini mengatakan telah dilakukan rapat koordinasi bersama para pedagang nasi pecel di sepanjang Jalan Dhoho kemarin (21/5). “Hasilnya teman-teman pedagang nasi pecel sepakat akan memberikan daftar harga menu,” tuturnya.



Tujuan daftar harga menu tersebut untuk menghindari kesalahpahaman tentang harga yang diberikan pedagang. Selain itu, adanya daftar harga menu tersebut akan membuat ada standar harga nasi pecel di pusat Kota Kediri. “Jadi harganya semua akan sama, sesuai dengan kesepakatan para pedagang sendiri,” ujarnya.



Meski begitu, harga yang ditentukan tetap dipantau disperdagin agar harga yang yang diberikan tidak sampai membebani masyarakat. Karena selain Kota Tahu, nasi pecel masih menjadi makanan favorit warga Kediri.



Menurutnya, berdasarkan informasi dari para penjual nasi pecel, bahwa pada saat momentum lebaran harga nasi pecel memang mengalami kenaikan. “Namun yang diimbau itu jangan sampai naiknya itu tidak wajar, seperti dari aduan yang informasinya Rp 45 ribu untuk satu porsi lauk telur,” ujarnya.



Sementara itu, Siti Sofiati, salah satu pedagang nasi pecel siang hari di Jalan Dhoho mengatakan akibat hebohnya harga pecel yang mahal tersebut akhirnya berimbas ke penjualan. “Biasanya sehari bisa menghabiskan 10 kilogram, ini nasi dua kilogram sejak pukul 11 masih ada,” ujarnya ketika diwawancarai kemarin pukul 13.00.



Padahal, Siti mengaku harga nasi pecel yang dibanderolnya masih wajar yaitu Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per porsi. Harga tersebut sudah dibanderolnya sejak 2020 mengikuti harga kebutuhan pangan yang semakin lama alami kenaikan juga. “Ya kalau saya pelanggannya hanya pegawai-pegawai toko, kadang ada juga yang minta harga Rp 5 ribu tetap saya kasih,” tutur perempuan yang sudah 22 tahun berjualan nasi pecel.



Terkait imbauan yang diberikan Disperdagin Kota Kediri, dia mengaku akan mengikuti arahan dengan memasang daftar harga menu. Menurutnya hal itu solusi agar penjualannya cepat pulih. “Terlanjur viral, jadi masyarakat mengira harga nasi pecel jalan Dhoho itu merata, padahal tiap pedagang beda-beda,” ujarnya.



Oleh karena itu, dengan adanya daftar harga menu ini Siti berharap ada kesepakatan antar pedagang supaya bisa menyamaratakan harga nasi pecelnya. (ica/dea)



Editor : adi nugroho
#jalan dhoho #disperdagin #kota kediri