SAWAHAN, JP Radar Nganjuk –Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan memprediksi musim kemarau tahun ini akan mundur. Hingga akhir Maret ini masih ada hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Adapun masa peralihan musim atau pancaroba baru akan dimulai minggu kedua April nanti.
Sesuai rilis BMKG disebutkan, prediksi musim kemarau yang mundur berdasar akumulasi curah hujan. Dari sana juga diprediksi tahun ini musim kemarau akan cenderung normal alias kecil kemungkinan terjadi kemarau ekstrim.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Sawahan M. Chudori menjelaskan, La Nina masih akan terjadi sampai Mei. Meski demikian, pengaruhnya kecil.”La nina sudah mulai normal yang banyak pengaruh lokal,” ujarnya sembari menyebut hujan masih akan terjadi dalam kurun waktu tersebut dengan intensitas ringan hingga sedang.
Intensitas hujan yang ringan, tutur Chudori, sekaligus penanda masuknya masa pancaroba. Tepatnya mulai minggu kedua April sampai minggu kedua Mei nanti. Adapun puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi Agustus-Oktober nanti.
Meski Kabupaten Nganjuk sudah hampir memasuki pancaroba, Chudori tetap mengimbau agar masyarakat mewaspadai hujan deras sesaat disertai angin kencang dan petir. Sebab, dalam musim pancaroba hal tersebut memungkinkan sering terjadi.
Untuk diketahui, meski masih ada ancaman hujan deras disertai angin kencang, dalam beberapa hari ke depan cuaca di Nganjuk diprediksi relatif bersahabat. Chudori mencontohkan, kondisi cuaca di Kota Angin hari ini yang diprediksi akan cerah hingga siang. Adapun sekitar pukul 13.00 akan terjadi hujan intensitas ringan. “Selebihnya cuaca cerah berawan,” terangnya.
Adapun besok, kondisinya hampir sama. Bahkan, dalam sehari diprediksi tidak akan turun hujan. Hal yang sama masih akan terjadi hingga Senin (29/3) lusa. Kondisi berbeda diprediksi akan terjadi pada Selasa (30/3) nanti. Yakni, Kota Angin akan diguyur hujan mulai pukul 07.00. Sedangkan siang harinya berawan.
Editor : adi nugroho